Teknologi Self-Driving Car, Berhasil Diaplikasikan oleh Salah Satu Penyedia Layanan Taksi di Singapura

Kompetisi pengembangan teknologi self-driving car, atau jika diterjemahkan ke Bahasa Indonesia berarti “mobil yang bisa menyetir sendiri”, semakin mendunia dan melibatkan banyak perusahaan. Salah satunya adalah negara tetangga kita Singapura yang menjadi tujuan awal sebuah perusahaan baru penyedia layanan taksi self-driving bernama NuTonomy. Perusahaan asal Massachusetts, Amerika Serikat ini baru saja menyepakati kerjasama dengan pemerintahan Singapura. Merekapun sudah melakukan ujicoba robot taksi mereka sejak bulan April lalu. Hingga akhirnya mereka meluncurkan layanan mereka pada Kamis, 1 September 2016 lalu. Saat ini mereka sudah mengoperasikan dua unit taksi tanpa sopir di wilayah utara negara negara ini. NuTonomy mentargetkan akan ada dua belas unit taksi beroperasi pada akhir tahun ini.

Sekalipun sudah memulai layanan mereka, pihak NuTonomy saat ini masih dalam tahapan survey pelanggan untuk mengetahui tingkat reaksi pelanggan atas pelayanan mereka. Melalui survey ini mereka juga ingin terus memperbaiki layanan mereka. Tak hanya itu, saat ini pengelola NuTonomy juga masih menggratiskan layanan ini bagi pelanggan yang memesan taksi self-driving melalui aplikasi resmi mereka.

“Kami tidak hanya ingin mendapatkan penumpang anak muda usia 20-an tahun dan penggila teknologi saja,” ungkap salah satu pendiri NuTonomy, Karl Iagnemma dikutip dari CNNMoney. “Kami ingin mengetahui respon pelanggan dari berbagai kalangan.”

image

Namun demikian, kedua taksi self-driving milik NuTonomy yang telah beroperasi ini masih di bawah pengawasan teknisi keselamatan yang duduk di belakang kemudi taksi. Bukan untuk ikut mengendalikan taksi sepenuhnya, keberadaan teknisi keselamatan ini disebutkan oleh Iagnemma adalah karena masih ada banyak kemungkinan benda-benda yang dapat secara tiba-tiba muncul di depan taksi. Mereka masih mengumpulkan data atas kemungkinan-kemungkinan tersebut demi terus memperbaiki tingkat perlindungan keselamatan pelanggan secara otomatis. NuTonomy memperkirakan akan melepas keberadaan teknisi keselamatan mereka pada tahun 2018.

Pada belahan bumi lain, penyedia layanan taksi online Uber, juga akan melakukan uji coba taksi self-driving mereka di Pittsburg, Amerika Serikat, akhir bulan ini. Pabrikan mobil Ford, baru mempublikasikan rencana mereka untuk mengkomersialkan mobil self-driving di tahun 2021 nanti. Untuk transportasi umum juga sudah mulai diujicobakan bus tanpa pengemudi di Helsinki, ibu kota Finlandia. Sedangkan pabrikan mobil mewah asal Jerman, BMW, sedikit terlambat berkompetisi dengan Ford maupun Volvo karena baru menjalin kerjasama dengan Mobileye untuk membangun teknologi mobil tanpa pengemudi.

Satu hal yang membuat perkembangan mobil tanpa pengemudi ini sedikit terhambat adalah mengenai regulasi yang belum jelas ditetapkan oleh hampir seluruh negara di dunia. Di Ameria Serikat saja, pemerintahannya baru akan menyelesaikan regulasi tersebut pada musim panas tahun ini. Itulah mengapa pihak NuTonomy memilih Singapura untuk mengkomersialkan taksi mereka. Mereka menjelaskan bahwa di Singapura sudah tidak terlalu banyak menemukan ketidakpastian, sehingga mereka tidak mengalami benturan berarti dengan regulasi negara tersebut.

Credit: CNNMoney

Post Author: Onny Apriyahanda

"Science is the highest Art in the universe."

Leave a Reply