Ternyata hand sanitizer menyimpan efek samping yang justru merugikan kesehatan Anda!

Apakah Anda gemar menggunakan hand sanitizer? Sepertinya Anda harus lebih berhati-hati menggunakan produk pembasmi kuman di tangan ini, karena sebuah penelitian terbaru menyebutkan bahwa penggunaan produk ini justru akan meningkatkan jumlah suatu zat kimia bernama bisphenol A (BPA) untuk masuk ke dalam tubuh sehingga akan mengganggu fungsi sistem endokrin manusia. Perlu Anda ketahui bahwa sistem endokrin adalah sebuah sistem terintegrasi di dalam tubuh yang mengontrol berbagai fungsi hormonal manusia. Sedangkan BPA merupakan sebuah senyawa sintetik organik yang lazim digunakan sebagai bahan dasar plastik dan resin epoksi, serta diketahui akan mengganggu sistem hormonal manusia jika terlalu banyak masuk ke dalam tubuh kita. Jumlah BPA yang berlebihan masuk ke dalam tubuh manusia diketahui memiliki peran ke berbagai masalah kesehatan seperti gangguan jantung, infertilitas, kanker, serta diabetes.

Penelitian yang dilakukan oleh sebuah tim dari University of Missouri, Amerika Serikat ini menyebutkan bahwa memang pembersih tangan awalnya akan membunuh bakteri-bakteri jahat yang ada di tangan kita menggunakan sejenis bahan aktif bernama triklosin. Namun ternyata hand sanitizer mengandung bahan lain yang justru dapat meningkatkan kemampuan berbagai zat kimia untuk melakukan penetrasi dermal (kulit). Sebuah produk pembersih tangan bermerk Purell yang juga digunakan dalam penelitian ini, mengandung sejumlah zat penguat penetrasi kulit seperti isopropil miristat dan propilen glikol. Efek dari zat-zat ini adalah justru mempermudah terikatnya berbagai zat kimia berbahaya dari lingkungan ke kulit penggunanya.


Metode penelitian yang digunakan oleh tim ini adalah dengan jalan membagi sejumlah sukarelawan ke dalam dua kelompok kecil. Salah satu kelompok responden diminta untuk menggunakan produk hand sanitizer sebelum selanjutnya diminta untuk menggenggam sebuah kertas thermal berlapis BPA. Sedangkan kelompok responden yang lain diminta untuk langsung memegang kertas tersebut dalam keadaan tangan kering tanpa menggunakan sedikitpun produk pembersih kuman tangan. Kesemua responden diminta untuk menggenggam kertas tersebut selama beberapa menit. Selanjutnya tim peneliti mengukur jumlah BPA yang terserap oleh tangan-tangan responden tersebut dalam beberapa interval waktu.

 photo D0CDC9F9-5973-4D31-A9F5-EE7A7A8EA6FE.png

Melalui metode penelitian tersebut diketahui dengan sangat jelas bahwa tangan kering yang tidak menggunakan produk hand sanitizer sama sekali, cenderung tidak menyerap dengan aktif kandungan BPA yang ada di permukaan kertas thermal. Sedangkan tangan yang basah karena hand sanitizer, cenderung aktif menyerap BPA. Sesuai dengan grafik di atas penyerapan BPA di tangan basah cenderung menurun pada saat tangan semakin kering.

Metode penelitian tersebut bukan dilakukan karena asal-asalan saja, melainkan karena tim peneliti ingin menyesuaikannya dengan kondisi aktual di masyarakat Amerika Serikat. Kebiasaan sebagian besar pembeli makanan cepat saji di pusat-pusat perbelanjaan Missouri adalah menggunakan hand sanitizer sebelum makan. Bahkan di berbagai restoran ini menyediakan dispenser pembersih kuman tangan di sebelah mesin kasir restoran yang dapat diambil secara gratis oleh para pembeli. Nah, sebuah kebiasaan menarik adalah setelah para pembeli menggunakan hand sanitizer, mereka membayar sejumlah uang ke kasir, dan menerima kertas resep yang tidak lain dan tidak bukan adalah sebuah kertas thermal yang berlapiskan BPA. Mereka akan terus menggenggam kertas tersebut selama beberapa waktu sebelum menggunakan tangan yang sama untuk memakan makanan yang mereka pesan.

Nampaknya bagi Anda yang terbiasa menggunakan produk hand sanitizer harus lebih berhati-hati. Terutama jika Anda sering bertemu dengan kertas thermal yang sering kita jumpai di mesin-mesin kasir, kertas resep ATM, atau bahkan produk-produk plastik yang bukan standard untuk makan. Bisa jadi kebiasaan kita dari kecil untuk mencuci tangan masih lebih sehat ketimbang menggunakan hand sanitizer sebelum makan.

Credit: Seeker, Journal Plos one

Post Author: Onny Apriyahanda

"Science is the highest Art in the universe."

Leave a Reply