Ternyata kita dapat mendeteksi adanya Black Hole dengan teleskop biasa lho!

Mendeteksi Black Hole dengan teleskop biasa? Apakah mungkin? Kan sebuah Black Hole katanya tidak dapat dilihat karena sifatnya yang menarik segala sesuatu termasuk cahaya. Kedengaran tidak mungkin terjadi tapi baru-baru ini sebuah tim peneliti internasional yang disponsori oleh Universitas Kyoto, Jepang, melaporkan bahwa sebuah Black Hole dapat dideteksi dengan teleskop biasa. Bagaimana caranya? Yuk kita simak penjelasan di bawah ini!

Menurut tim peneliti tersebut, aktifitas sebuah Black Hole dapat dideteksi dengan memperhatikan cahaya-cahaya tertentu. Cahaya tertentu? Ya! Cahaya-cahaya tertentu yang muncul akibat ledakan-ledakan di sekitar Black Hole tersebut. Menurut Mariko Kimura, peneliti utama, cahaya-cahaya tertentu ini dipancarkan oleh berbagai materi yang tersedot ke dalam Black Hole. Sebuah Black Hole atau Lubang Hitam biasanya dikelilingi oleh semacam piringan gas, dimana piringan gas tersebut berasal dari sebuah bintang pendamping yang secara perlahan ditarik ke dalam inti Black Hole dalam formasi spiral. Nah, aktifitas penarikan bintang pendamping ini akan menghasilkan suhu yang sangat tinggi, kira-kira 10 juta derajat Kelvin. Aktifitas bersuhu sangat tinggi itu biasanya memancarkan berbagai cahaya, termasuk di dalamnya sinar-X yang dapat kita amati dari bumi dengan teleskop biasa.

160106143014_1_540x360 [76793]

Black Hole yang paling dekat dengan bumi adalah V404 Cygni. V404 Cygni telah ada sejak jutaan tahun yang lalu namun pada pertengahan tahun lalu, tepatnya 15 Juni 2015, Black Hole ini seakan “bangun”. Maksud “bangun” di sini adalah mengeluarkan ledakan-ledakan yang disertai cahaya yang dapat dideteksi dengan teleskop biasa. Ledakan-ledakan yang berasal dari V404 Cygni memiliki beberapa pola yang berulang setiap beberapa menit hingga beberapa jam.

Pola ledakan menghasilkan pola fluktuasi optik yang berkolerasi dengan sinar-X. Berdasarkan analisa dari Badan Antariksa Nasional Jepang (JAXA), Laboratorium Nasional Jepang (RIKEN), dan juga Hiroshima University, sinar-X ini berasal dari inti atau pusat piringan gas yang mengelilingi Black Hole. Nah, sinar-X ini akan menyinari dan memanaskan sisi luar dari piringan gas dan menghasilkan semacam sinar optik yang dapat dilihat oleh mata manusia.

Pengamatan para ilmuwan Jepang ini juga dilakukan dengan bantuan para astronom non-Jepang. Mereka melakukan pengamatan ledakan secara simultan di berbagai negara dengan zona waktu berbeda. Alasannya adalah karena bintang hanya dapat diamati oleh mata telanjang ketika hari sudah gelap. Tim memerlukan pengamatan total dengan mata telanjang selama 24 jam sehingga mereka membutuhkan bantuan koleganya di setiap zona waktu.

Hasil Penelitian

Kesimpulan yang didapat para ilmuwan dari berbagai pola ledakan pada V404 Cygni adalah kuantitas pertambahan massa Black Hole bukanlah faktor utama dari aktifitas ledakan di dalamnya. Faktor utama yang memicu aktifitas ledakan ternyata adalah panjang dari periode orbit materi-materi yang tersedot ke dalam sebuah Black Hole. Sungguh sebuah penelitian yang menarik. Yuk kita coba membeli teleskop dan melakukan pengamatan mandiri ke langit malam. Mungkin kita akan menemukan cahaya-cahaya aneh yang bisa saja merupakan indikasi dari aktifitas sebuah Black Hole!

Credit: Science DailyStrong Gravity.

Post Author: Todo Golo

Penulis profesional di bidang sains dan teknologi.

Leave a Reply