Ternyata Taktik Hijack digunakan Virus Flu Burung untuk menginfeksi manusia!

Beberapa tahun belakangan ini virus H5N1, atau yang biasa kita kenal dengan flu burung, sudah menjadi momok yang mematikan bagi manusia. Virus yang diketahui mudah sekali menginfeksi berbagai jenis unggas dan sekaligus membunuh mereka ini, mampu juga menyerang manusia. Namun tahukah Anda bahwa sebenarnya virus H5N1 hanya satu dari 16 jenis virus flu burung? Selain itu pula, tidak setiap virus flu burung yang hinggap ke manusia serta merta akan menginfeksi kita. Ada kondisi spesifik pada sel tubuh kita sehingga virus flu burung tersebut tidak selalu dapat menginfeksi manusia.

Para ilmuwan dari Imperial College London menemukan bagaimana metode virus avian influenza dapat menyerang mamalia termasuk manusia. Ternyata virus flu burung yang berhasil menyerang mamalia adalah jika virus tersebut berhasil “membajak” salah satu tipe protein DNA di dalam sel mamalia bernama ANP32A. Protein yang juga dimiliki oleh manusia ini menjadi semacam celah, atau inang, sehingga virus dapat berkembang biak di dalam sel manusia. Namun, virus flu burung tidak akan mampu menyerang protein ini kecuali jika ia telah bermutasi.

“Semua virus flu di dunia yang menyerang manusia adalah berasal dari unggas. Sangat beruntung bagi kita karena tidak semua virus tersebut dapat melompat dan berkembang biak di dalam sel manusia. Saat mereka berhasil menyerang manusia, itu berarti si virus sudah bermutasi dalam beberapa cara. Hal ini membuat virus mampu membangun pondasi di dalam sel inang, dan membajaknya untuk bereproduksi.” Demikian paling tidak penjelasan dari Professor Wendy Barclay, dosen senior dari Department of Medicine, Imperial College London. Ia juga menambahkan bahwa melalui penelitian ini, ditemukanlah protein ANP32A yang secara spesifik menjadi celah untuk virus flu menyerang manusia.

Para peneliti menggunakan sel dari hamster yang mengandung fragmen DNA ayam, untuk kemudian disuntikkan virus flu burung. Dari beberapa sel yang diujicobakan, dicari sel spesifik yang mana virus flu burung dapat berkembang biak. Selanjutnya, para ilmuwan mencari protein DNA spesifik ayam dimana virus dapat mereplikasi diri. Dari metode ini diketemukan bahwa ternyata protein DNA mamalia yang digunakan sebagai inang virus flu burung, memiliki rantai yang serupa namun lebih pendek daripada protein DNA ayam yang mudah dihinggapi virus tersebut. Dari sini maka para ilmuwan menyimpulkan bahwa hanya virus yang sudah bermutasi saja yang akan mampu menyerang protein DNA mamalia.

Dari penelitian ini diketahui pula jika protein ANP32A dihilangkan dari sel mamalia,  maka ia tidak akan bisa terserang virus flu burung. Sehingga paling tidak dari langkah awal ini diharapkan akan ada inovasi konkrit lebih lanjut untuk mengatasi penularan virus flu burung ke manusia.

Credit: Science DailyMedical News Today.

Post Author: Onny Apriyahanda

"Science is the highest Art in the universe."

Leave a Reply