Transplantasi Kepala Manusia Pertama di Dunia, akan Dilakukan Pada Tahun 2017

Dalam film fiksi kita sering melihat banyak teknologi canggih dan sepertinya mustahil untuk dilakukan di dunia nyata. Salah satu film yang terkenal adalah film Frankenstein, yang mengisahkan tentang seorang manusia (atau mungkin makhluk) yang dibuat oleh ilmuwan dengan menyatukan jasad dari potongan tubuh manusia, kemudian dibangkitkan dengan kekuatan listrik.


 photo frankenstein-130702b_zps5ttujdx5.jpg

Tapi disini yang kita akan bahas adalah direncanakannya transplantasi kepala manuasia pertama di dunia pada Desember 2017 nanti. Hal ini terdengar aneh dan mustahil, tapi bagi seorang ahli bedah syaraf, Dr. Sergio Canavero dari Turin Advanced Neuromodulation Group, hal ini bisa dilakukan dan akan sangat menentukan masa depan manusia. Temuan yang bikin heboh itu adalah soal transpalansi kepala manusia atau penyambungan kepala dan tubuh, atau head transplant. Jadi kepala si A, misalnya, bisa disambungkan dengan tubuh si B.


 photo rewrewew_zpsscmdback.jpg

Penemuan ini akan mampu memperpanjang hidup para pasien yang menderita penyakit otot dan syaraf yang parah, ataupun yang menderita kanker ganas. Hal ini sangat berguna terutama demi menolong mereka yang terkena penyakit lumpuh. Artinya memang harus ada donor. Menurut Sergio Canavero, hal ini sangat mungkin dilakukan di masa depan sebab secara teoritis bisa, menurut konsep yang dia ajukan pada tahun 2013 lalu. Sergio Canavero juga baru saja menerbitkan makalah untuk jurnal Surgical Neurology International. Dalam makalah itu, ia membeberkan secara terperinci perihal bedah ini, dengan tetap menjaga keutuhan syaraf-syaraf pasien.


 photo lkjl_zps3j1ta1cl.jpg

Sejarah transplantasi

Masalah transplantasi kepala sebenarnya telah lama diuji coba beberapa ahli bedah dunia. Pada tahun 1950-an, ilmuwan Vladimir Petrovich Demikhov dari Uni Sovyet berhasil menyambung kepala anjing dan menjadikan anjing berkepala dua, walaupun hanya hidup beberapa hari.


 photo 220px-Bundesarchiv_Bild_183-61478-0004_Kopftransplantation_durch_Physiologen_Demichow_zps5r0qnc9z.jpg

Pada tahun 1970 seorang ahli bernama Robert White sukses menyambungkan kepala monyet jenis rhesus ke tubuh monyet rhesus lainnya. Setelah pembedahan kepala disambung dengan tubuh, indra penciuman sang monyet sudah berfungsi, sudah mampu pula membuka mata, serta merasakan makanan. Sayangnya, karena tidak dapat menyambungkan spinal cord (saraf tulang belakang), akhirnya monyet itu lumpuh dan mati beberapa jam sesudah pembedahan.


 photo images_zpsijxprqvs.jpg

Susahnya menyambungkan saraf-saraf tulang belakang itu dengan syaraf-syaraf di kepala menjadikan experiment White gagal. Namun menurut Canevaro, kegagalan White itu semata karena teknologi pada tahun 1970 belumlah semaju sekarang. “Kemajuan teknologi untuk menghubungkan kembali sumsum tulang belakang sudah mungkin terjadi, terobosan itu Canavero uraikan secara detail perdebatan soal sumsum tulang belakang itu. Hambatan teknis dari usaha penyambungan itu adalah kesamaan sel tulang belakang antara pendonor dan penerima. Sama halnya seperti golongan darah.

“Namun, dengan berkembangnya teknologi, isu itu akan bisa diatasi. Saya yakin, dengan didukung dokter-dokter ahli, operasi penyambungan dapat dilakukan dalam waktu 36 jam dengan biaya kurang lebih US$ 13 juta atau £8,5 juta (setara Rp. 128 miliar),” ujar Canavero optimistis.

Prosedur transplantasi

Canevaro menambahkan bahwa prosedur transplantasi sama dengan yang dilakukan pada hewan. Menidurkan kedua belah pihak yang akan menjalani transplantasi. Kemudian kepala yang akan ditransplantasi didinginkan antara 12- 15 derajat Celcius, supaya sel-selnya dapat bertahan hidup tanpa membutuhkan oksigen. Kepala pasien penerima kemudian dihubungkan dengan donor tubuh yang juga didinginkan serta dalam kondisi cardiac arrest atau jantung dalam kondisi berhenti.

Selanjutnya, ahli bedah punya waktu satu jam untuk memindahkan kedua kepala dan menyambungkan kembali transplantasi kepala ke sistem peredaran dari tubuh donor. Karena batasan waktu satu jam itu mempertimbangkan waktu terlama otak dapat bertahan hidup tanpa aliran oksigen dan darah.

Dalam makalahnya, ia mengusulkan pemotongan spinal cord dengan pisau bedah tajam, kemudian secara mekanik menyambungkan spinal cord dari salah satu tubuh ke tubuh yang lain. Dua ujung syaraf tulang belakang mereka kemudian disambung dengan melumuri daerah persambungan menggunakan polyethylene glycol. Sudah ada beberapa penelitian yang menunjukkan bahwa bahan kimia ini membentuk pertumbuhan sel-sel pembentuk syaraf tulang belakang. Seperti halnya air panas yang membuat spaghetti saling menyatu, polyethylene glycol mendorong lemak dalam membran sel saling bertautan.


 photo operasi-nyambung-kepala_zpsdfsrdasb.jpg

Pemotongan syaraf tulang belakang dilakukan dengan alat khusus agar tetap utuh. “Pisau bedah mikrotomik berlian adalah salah satunya; pisau nano yang terbuat dari lapisan tipis silikon nitride dengan ketajaman pemotongan nanometer juga menjadi pilihan lain, “ujarnya dalam makalah itu.

“Pemotongan tuntas jadi kunci untuk penyatuan spinal cord. Oleh karena itu, memungkinkan jalur transmisi utama sistem saraf yang membantu membuat saraf (akson) terdekat menyatu dengan akson lainnya,” jelasnya. Penyatuan itu memanfaatkan fusogen atau sealant, yang memperbaiki kerusakan membran sel akibat cedera secara mekanik.

Sementara kepala disambungkan, tubuh donor harus didinginkan dan diletakkan pada posisi cardiac arrest yaitu perawatan hilangnya fungsi jantung. Kemudian jantung tubuh donor dapat dihidupkan kembali setelah kepala disambungkan. Kendati uji coba penyambungan kepala ke tubuh tulang belakang belum dicoba, ia tetap yakin. Canavero mengandalkan keberhasilan pada penelitian sebelumnya, yang mana ilmuwan telah menghubungkan kembali spinal cord tikus dan anjing.

Tahap terakhir dari proses panjang tersebut adalah menjahit otot-otot dan alat suplai darahnya. Kemudian, pasien akan dikondisikan koma selama 3-4 minggu untuk memungkinkan tubuh menyembuhkan dirinya sendiri. Sementara itu, elektroda yang tertanam menstimulasi sumsum tulang belakang untuk memperkuat koneksi saraf baru.


 photo head_zpsxrxdxpgd.jpg

Setelah semua prosedur dijalankan, pasien tak lantas bisa bangun dan berjalan. Dr Canavero mengatakan, kerusakan pada sumsum tulang belakang membutuhkan waktu 12 bulan untuk sembuh total. Dengan tubuh barunya itu, pasien diperkirakan akan tetap mempertahankan suara lamanya, tidak ada perubahan pada bicaranya. Namun, apakah ada potensi tubuh menolak kepala baru? Soal itu, hanya waktu yang bisa menjawab.

 

Pasien pertama transplantasi

Adalah Valery Spiridonov, seorang ahli komputer berusia 30 tahun yang akan menjalani operasi transplatansi kepala untuk pertam kali di dunia. Dia mengalami kelumpuhan selama kurang lebih 29 tahun. Spiridonov mendapat diagnosa menderita penyakit langka Werdnig-Hoffman muscle wasting disease saat berumur 1 tahun, yaitu penyakit yang mengakibatkan disfungsi otot dan hilangnya kontrol tubuh. Hal itu disebabkan oleh hilangnya saraf penggerak dan bagian otak lain yang terhubung dengan sumsum tulang belakang.

Ia menunjuk Dr. Canavero sebagai dokternya atas ide transplantasi kepalanya yang sudah dokter Itali itu usungkan sejak 2013. Operasi transplantasi kepala ini dikenal juga dengan sebutan prosedur HEAVEN-GEMINI. HEAVEN oleh CNN dijelaskan merupakan singkatan dari Head Anastomosis Venture. Operasi tersebut akan dilalui dengan 100 operasi dalam perkiraan total waktu 36 jam. Operasi transplantasi pertama untuk manusia ini direncakan untuk dilakukan pada Desember 2017.


 photo 079282000_1428911278-773495-927dcab0-e170-11e4-9fcd-1eb8ac734e9b_zpsx3t7osjy.jpg
 

Kesimpulan

Uji coba ini langsung ditolak oleh Profesor Anthony Warrens dari British Transplantation Society. Dia mengatakan, menghubungkan kepala dan tubuh manusia tidak ada gunanya. Dia menganggap ini konsep yang benar-benar aneh.

Dr Calum Mackellar dari Scottish Council on Human Bioethics pun mengatakan konsep yang ditawarkan Canavero tidak masuk di akal. Belum lagi pertanyaan tentang etika, karena salah satu pasien harus kehilangan nyawanya karena dikorbankan untuk kehidupan satu pasien lainnya. “Tindakan menyambungkan kepala dan tubuh manusia adalah seperti adegan pada film horor,” tuturnya.

Namun sisi paling sensitive dalam uji coba transplantasi kepala manusia ini adalah masalah hukum, norma dan agama dalam masyarakat. Terlebih dengan konsep bahwa kita akan mirip seperti Frankenstein yang dihidupkan kembali dengan tubuh orang lain.

Apakah anda setuju dengan uji coba ini atau memiliki padangan yang lebih luas lagi akan perkembangan teknologi pembedahan saat ini? Silahkan beri komentar di kolom di bawah ini.

Referensi:
Wikipedia; head transplantation
Indocropcircle
Foxnews – head transplantation in 2017
Heaven – Gemini

Post Author: Andri Eko

Seorang anak manusia yang menyukai perkembangan teknologi otomotif dan gadget.

One thought on “Transplantasi Kepala Manusia Pertama di Dunia, akan Dilakukan Pada Tahun 2017

  • Joke Punuhsingon

    (January 4, 2017 - 3:22 pm)

    kalau hanya untuk kepentingan kemajuan Ilmu Pengetahuan, cukuplah dilakukan pada binatang, jangan pada manusia

Leave a Reply