Transportasi, Kuliner, Jasa Kurir: Semuanya Menjadi Satu di Aplikasi Karya Anak Negeri ini!

Resmi dilaunching di Hotel Golden Tulip Pontianak pada 3 Juni 2016 silam, Travella hadir  sebagai alternatif  layanan transportasi dalam dan luar kota pertama di Kalbar  yang dapat diakses via  website www.travella.co.id dan APK yang bisa diakses dari www.travella.co.id. Bagaimana model bisnis dan layanan Travella? Berikut ringkasan wawancara  dengan Romio Silitonga, pemuda asal Kabupaten Sanggau, Kalbar yang bersama tim membidani lahirnya Travella.

Latar belakang dan tujuan

Romio Silitonga melihat sulitnya mencari taksi untuk ke luar kota Pontianak, seperti ke Sanggau, Sintang, Sambas, hingga ke  Entikong, yang merupakan wilayah perbatasan Kalbar dengan Sarawak, Malaysia Timur.  Romio bersama 4 orang rekan timnya lantas membuat aplikasi Travella. Romio memilih nama Travella agar akrab ditelinga konsumen di Kalbar.

“Pengerjaannya dimulai sejak  Febuari 2016 dan dilaunching pada tanggal 3 Juni 2016,” Romio menjelaskan. saat ini, selain bekerjasama dengan empat perusahaan taksi antar kota di wilayah Kalbar, Travella juga bekerjasama dengan sebuah perusahaan angkutan dalam kota, berupa ojek dan taksi online dalam kota Pontianak. Selain itu Travella juga bekerjasama dengan satu perusahaan rental mobil di Pontianak. Untuk kabupaten/kota, Travella melayani tujuan dari Pontianak ke Sanggau, Sintang, Entikong, Singkawang, Sambas, Sekadau, dan Bandara Supadio.


Ke depan, Travella  ingin bekerjasama dengan jaringan retail  dan rumah makan di Pontianak untuk layanan kurir belanjaan dan delivery food. Travella  juga akan bekerjasama dengan JNE untuk layanan antar jemput oleh-oleh khas Pontianak bagi pembeli di luar Pontianak dan luar Kalbar.

Business model

Model bisnis yang diterapkan adalah mendapat komisi dari setiap transaksi yang terjadi. Untuk layanan transportasi, Travella mendapat bagi hasil 7%-20% dari fee setiap transaksi.

Program yang ditawarkan

Layanan taksi antar kota, dalam kota (ojek dan taksi online), serta rental mobil. Next project akan ada 3 menu lagi, jajan (layanan kuliner), penginapan (kost ekslusif) dan paket wisata, bekerjasama dengan pemilik tour and travel di Kalbar.

Keuntungan bagi mitra

Brand mitra akan muncul di media cetak, TV, media online, media sosial dan di web milik Travella. Tim Travella juga akan mereview produk kuliner dari para mitra dan mengiklankannya di semua jenis media  tersebut. Ke depan, travella juga ingin agar semua mitra mereka khusus di bidang kuliner telah mendapatkan label halal MUI dan dpt menguasai pasar lokal dan seluruh Indonesia.

Membidik Pasar di Sumatera dan Kalimantan

Saat ini, marketplace yang ada di Indonesia kesannya hanya berpusat di Jakarta  dan tidak punya kantor perwakilan di daerah dan secara tidak langsung, marketplace yang saat ini ada berkesan bahwa marketplace tersebut hanya milik warga jakarta.

“Travella juga akan hadir di beberapa kota lain dan membuka kantor perwakilan di Palembang, Jambi, Kaltim dan Kalsel,” ujar Romio.

Kendala saat ini

Kendala yang dihadapi saat ini berupa modal dan minimnya dukungan dari pemda. Selain itu juga infrastruktur terutama listrik.

“Di sini, listrik bisa mati tiga hari berturut-turut selama 10 hingga 12 jam dalam sehari dan itu sangat fenomenal, otomatis internet juga terputus,” ujar Romio.

Post Author: Vivi Alhambra

Leave a Reply