Tubuh Manusia adalah Pembangkit Listrik Tanpa Batas!

Kita tahu dari pelajaran ilmu pengetahuan alam yang kita terima paling tidak mulai dari SD hingga SMU bahwa tubuh manusia penuh dengan berbagai macam bentuk energi; kinetik, panas, listrik, dan potensial. Tapi yang belum pernah dijelaskan adalah pemanfaatan lebih lanjut dari energi-energi tersebut. Apakah kita pernah berpikir memanfaatkan energi listrik yang terkandung di dalam tubuh kita?

Baru-baru ini, dalam sebuah episode DNews, dua pembawa acara, Trace dan Kim Horcher berbicara tentang kemungkinan manusia mampu memanen berbagai macam bentuk energi yang terkandung di dalam tubuh. Beberapa waktu lalu, para peneliti dari Departemen Energi Amerika Serikat telah mengumumkan penemuan pita nano elektronik yang fleksibel. Apa keunggulan pita ini? Pita nano ini ternyata mampu untuk mengeluarkan sekaligus menyimpan energi listrik yang berada dalam tubuh manusia!

Pita nano ini terbuat dari kombinasi antara material keramik piezoelektrik dan zirkonat titanat (PZT). Bagi Anda yang merasa bingung tentang definisi Piezoelektrik, “Piezo” berasal dari “Piezein” sebuah kata dalam bahasa Yunani yang berarti dorongan atau pemerasan. Jadi piezoelektrik kurang lebih berarti kemampuan sebuah material untuk menghasilkan arus listrik akibat sebuah dorongan atau tekanan. Pita nano ini menggunakan baterai yang sangat kecil (millimeter-scale battery) dan sebuah flexible base.

Bagaimana cara kerjanya?

Cara kerjanya terbilang cukup sederhana, yaitu mengaplikasikan ke bagian tubuh yang “mengandung” dorongan konstan, misalnya jantung. Kita tahu bahwa setiap detik jantung kita berdetak; di sini kita mendapati sebuah dentuman atau gaya konstan berulang dari otot jantung. Nah, gaya konstan dari otot jantung inilah yang akan memicu arus listrik dari material Piezoelektrik ini!
 photo IMG_4377.jpg

Bagaimana pemanfaatan bentuk energi lain?

Kali ini kita bahas mengenai energi panas dalam tubuh manusia. Tubuh manusia dapat diibaratkan sebagai sebuah pemanas konstan pada temperatur kurang lebih 37 derajat celcius (temperatur rata-rata normal tubuh manusia). Nah, pada 2013 lalu, ieee.org, sebuah situs yang membahas tentang perkembangan sains, menulis sebuah berita tentang penemuan sebuah alat pemanen energi listrik dari panas tubuh manusia, dimana alat ini dapat dipasang di balik kemeja. Arus listrik yang dapat dipanen memang tergolong kecil, yaitu antara 0,5 hingga 5 watt namun tentu ini adalah bukti nyata betapa energi panas dalam manusia dapat dikonversi menjadi energi listrik.

Sekedar informasi bagi para pembaca sekalian, seorang gadis remaja usia 15 tahun dari British Columbia Amerika Serikat, Ann Makosinski telah menciptakan sebuah senter berongga yang ditenagai oleh panas tubuh manusia. Penemuan ini telah membawanya menjadi juara kompetisi sains yang diadakan Google, Google Science Fair. Makosinski awalnya telah lama mengamati cara kerja sebuah alat yang dinamai Peltier tiles (Ubin Peltier). Sebuah Peltier tiles mampu menghasilkan energi listrik ketika satu sisi ubin tersebut dipanaskan sementara sisi yang lain didinginkan dalam waktu bersamaan. Selama ini alat ini mampu menghasilkan energi yang cukup untuk menyalakan sebuah perangkat LED, namun sayangnya tidak dapat menghasilkan tegangan listrik yang cukup. Gadis ini kemudian merancang ulang sebuah sirkuit yang memungkinkan berfungsi sebagai sebuah transformer energi listrik dengan tegangan yang lebih besar.

 photo IMG_4378.jpg
Ann Makosinski

Dia merancang sebuah senter dari tabung aluminium yang disisipkan dalam sepotong pipa PVC. Pipa PVC tersebut kemudian dipotong sedemikian rupa sehingga tangan pemegang senter akan bersentuhan langsung dengan Pielter tiles dan menghasilkan rangkaian proses pembangkitan energi listrik seperti yang telah dijelaskan di atas. Ternyata senter Makosinski dapat bekerja dan berdasar pengamatan senter ini dapat bekerja lebih efektif dalam suhu dingin. Alasannya karena terdapat perbedaan suhu yang lebih besar antara satu sisi Pielter tiles dengan sisi lainnya. Senter ini diklaim bisa menghasilkan cahaya tidak kurang dari 20 menit. Sangat cocok untuk digunakan di wilayah Amerika Utara, Eropa, dan daerah-daerah yang memiliki musim dingin lainnya. Menurut Makosinski, biaya yang dia keluarkan untuk membuat senter bertenaga manusia ini hanya $26 dan bisa lebih murah lagi dalam produksi masal. Apa yang dilakukan oleh para peneliti Departemen Energi Amerika Serikat dan Makosinski mampu memberikan secercah harapan tentang hadirnya berbagai perangkat listrik bertenaga energi manusia lainnya di masa depan.

Credit: Wikipedia: Piezoelektrik, Annventions, Yahoo! News, TestTube.

Post Author: Todo Golo

Penulis profesional di bidang sains dan teknologi.

Leave a Reply