Untuk Pertama Kalinya, SpaceX akan Meluncurkan Roket Daur Ulang Mereka!

Terlepas dari kegagalan SpaceX meluncurkan salah satu roket buatannya yang terbakar beberapa waktu lalu, SpaceX dikenal memiliki misi untuk selalu mendaratkan roket-roket mereka yang telah menjalankan misi peluncuran satelit ke luar angkasa. Mereka mendaratkan roket-roket tersebut secara vertikal ke daratan dengan menggunakan roket pendorong untuk melawan gravitasi Bumi dan menegakkan posisi roket. Bahkan yang paling ekstrim, mereka juga berusaha mendaratkan roket secara vertikal di atas kapal yang sedang terombang-ambing di permukaan laut. Mereka sukses mendaratkan roket Falcon 9 ke daratan untuk pertama kalinya pada tanggal 21 Desember 2015, sedangkan pendaratan di atas kapal laut tanpa awak berhasil dilakukan untuk pertama kalinya pada 8 April 2016 lalu.

Apa yang SpaceX lakukan tersebut bukan tanpa tujuan, mereka memang memiliki rencana untuk mendaur ulang roket-roket tingkat pertama tersebut untuk dapat digunakan kembali pada peluncuran selanjutnya. Mereka yakin dengan cara ini, kita dapat memangkas secara drastis biaya penjelajahan ruang angkasa.  Hingga tiba saatnya beberapa waktu kedepan SpaceX akan meluncurkan roket daur ulang tersebut untuk pertama kalinya. Mereka berencana untuk meluncurkan satelit milik SES, sebuah perusahaan besar operator satelit asal Luxembourg, pada bulan oktober esok atau paling lambat akhir tahun ini. Sekalipun pihak SES tidak menyebutkan berapa nilai kontrak yang harus mereka bayar, namun mereka mengkonfirmasi bahwa akan ada diskon khusus karena penggunaan roket daur ulang tersebut. Bahkan Kepala Staf Teknik SES Martin Halliwell menyebut bahwa penggunaan roket daur ulang yang pertamakalinya dilakukan oleh SpaceX ini akan membuka era baru dunia penerbangan antariksa.

Sebenarnya tidak hanya SpaceX yang sedang mengembangkan teknologi daur ulang roket antariksa. Perusahaan swasta lain bernama Blue Origin yang dipimpin oleh Jeff Bezos, CEO Amazon, sudah terlebih dahulu berhasil meluncurkan roketnya yang merupakan hasil daur ulang. Namun roket besutan Blue Origin tersebut tidak pernah beroperasi dengan ketinggian lebih dari 100 mil di atas Bumi saja. Tentu bertolak belakang dengan SpaceX yang selalu beroperasi di zona yang lebih sulit. Misi mereka menggunakan roket daur ulang ini nantinya saja, akan meluncurkan satelit milik SES ke orbit geostasioner dengan ketinggian 22.000 mil atau sekitar 35.400 km di atas permukaan Bumi. Ketinggian tersebut 100 kali lebih jauh daripada orbit Stasiun Ruang Angkasa Internasional.

Elon Musk selaku pemilik dan CEO SpaceX pun beberapa hari yang lalu manyahuti kicauan akun resmi SES yang menyebutkan akan meluncurkan satelit baru mereka menggunakan jasa SpaceX. Musk mengapresiasi kepercayaan SES karena terus menggunakan jasa SpaceX dengan mengatakan “Thanks for the longstanding faith in SpaceX.” Yang artinya kurang lebih adalah ucapan terimakasih atas kepercayaan yang luar biasa dari SES terhadap SpaceX.

Credit: CNN, Wikipedia: SpaceX Reusable Rocket Program

Post Author: Onny Apriyahanda

"Science is the highest Art in the universe."

Leave a Reply