Vaksin penurun kolesterol telah ditemukan!

Sebuah vaksin berbasis virus telah ditemukan dan diklaim dapat mengurangi kolesterol jahat (LDL) pada tikus dan monyet Makaka (monyet ekor panjang). Vaksin ini ditemukan oleh para ilmuwan dari University of New Mexico dan NIH’s Lung and Blood Institute. LDL adalah singkatan dari low-density lipoprotein, atau lebih dikenal sebagai kolesterol jahat. Untuk diketahui, kolesterol jahat adalah unsur mayoritas dari kolesterol secara keseluruhan.

Kandungan kolesterol jahat yang tinggi adalah penyebab utama dari berbagai penyakit koroner karena dapat menebalkan sekaligus mengeraskan pembuluh arteri yang bertanggung jawab sebagai saluran transportasi darah. Menurut beberapa studi, kurang lebih sekitar 30% orang dewasa di Amerika Serikat memiliki kolesterol tinggi.

Diet dan olahraga rutin adalah cara-cara pengendalian kolesterol jahat, namun terkadang usaha-usaha ini tidak cukup efektif untuk mengendalikan atau menurunkan kandungan kolesterol jahat di dalam tubuh. Oleh karena itu, jutaan penderita kolesterol tinggi mengkonsumsi statin, sejenis obat-obatan yang dirancang untuk menurunkan level kolesterol. Statin terdiri dari Atorvastatin, Fluvastatin, Lovastatin, Pitavastatin, dan lain sebagainya. Sayangnya, statin memiliki berbagai efek samping, seperti nyeri otot, resiko peningkatan diabetes, dan berkurangnya kemampuan kognitif.

image_3437-Cholesterol-Vaccine [38207]

Untungnya, sebuah vaksin baru telah diciptakan. Vaksin berbasis virus ini dapat menjadi alternatif pengganti untuk statin dengan menarget protein yang mengontrol kandungan kolesterol dalam darah. Menurut Dr Bryce Chackerian, seorang ilmuwan University of New Mexico sekaligus pemimpin eksperimen, vaksin ini jauh lebih efektif dibanding statin. Vaksin ini menarget protein yang disebut “proprotein convertase subtilisin/kexin type 9”, biasa disebut PCSK9. Protein PCSK9 bertanggung jawab dalam mengontrol kandungan kolesterol dalam darah.

PCSK9 adalah protein sekretori yang mengontrol proses homeostasis kolesterol dengan meningkatkan degradasi endosomal dan lysosomal dari reseptor LDL. Orang-orang yang memiliki mutasi protein PCSK9 cenderung memiliki kemungkinan besar untuk mengalami sakit jantung, sedangkan orang yang tidak memproduksi protein ini cenderung memiliki resiko rendah sakit jantung.

Vaksin yang dikembangkan ini akan menyerang PCSK9, dengan demikian akan mengurangi resiko penyakit jantung. Dr Chackerian dan tim telah melakukan ujicoba vaksin pada tikus dan monyet Makaka dan mereka telah mendapatkan hasil menggembirakan. Tikus dan monyet uji mengalami penurunan kolesterol dalam darah mereka secara signifikan!

Tikus dan monyet divaksinasi dengan bakteriofag VLPs yang akan mengembangkan antibodi IgG yang akan mengganggu sirkulasi protein PCSK9. Menurut Dr Chackerian, vaksin ini adalah harapan besar untuk penanganan masalah kolesterol langsung pada intinya.

 

Credit: Sci-NewsSridianti.comInfo Kesehatan

Post Author: Todo Golo

Penulis profesional di bidang sains dan teknologi.

Leave a Reply