Wow! Lubang Hitam Seberat 17 Miliar Matahari Ditemukan!

Lubang hitam dikenal dapat menghisap segala macam benda ruang angkasa yang ada di sekitarnya dan tidak terkecuali planet-planet dan berbagai bintang. Ketika ukuran lubang hitam semakin besar, maka kecepatan putarannya akan semakin besar. Kemarin Rabu, tim NASA baru saja mengumumkan bahwa mereka telah menemukan lubang hitam dengan ukuran sangat besar. Penemuan ini telah dikonfirmasi dengan menggunakan gambar yang telah dikumpulkan oleh Teleskop Ruang Angkasa Hubble dan Teleskop Gemini Hawaii. Penemuan lubang hitam sangat besar ini telah dipublikasikan di Journal Nature tanggal 6 April 2016.

Penemuan lubang hitam besar membuat semua tim menjadi terkesima, karena Anda bisa membayangkan betapa besarnya gravitasi yang ditimbulkan oleh lubang sebesar itu. Lubang hitam ini sangat besar, besarnya sama dengan 17 miliar massa matahari dan memiliki gravitasi sebesar 18 miliar kali lipat dari matahari. Lubang hitam ini ditemukan di sebuah galaksi yang berbentuk elips dimana area itu adalah area yang diduga oleh NASA jarang ada kehidupan.

 photo 720FE39F-3E36-4EE6-8627-05AB3FA7CA4D.jpg

“Penemuan baru ini sangat mengagetkan, ternyata ada lubang hitam yang terletak di bagian tengah dari galaksi elips yang sangat besar ukurannya. Galaksi tersebut diberi nama NGC 1600, dan berlokasi di area kosmik yang terpencil. Area kosmik terpencil yang dimaksudkan adalah area dimana hanya terdapat kurang lebih 20 galaksi,” kata astronomer Chung-Pei Ma, yang merupakan kepala survei untuk studi galaksi terbesar dan lubang hitam terbesar di jagat raya.

Prinsip untuk mengetahui penemuan ini adalah semakin ramai suatu area akan galaksi, maka jumlah galaksi di area tersebut akan semakin banyak. Semakin banyak jumlah galaksi, maka akan semakin mudah menemukan lubang hitam. Ketika ada lubang hitam yang muncul, maka bintang – bintang yang terhisap masuk ke dalam lubang hitam, bentuknya akan membengkak. Walaupun bintang – bintang tersebut telah membengkak, bintang – bintang tersebut masih dapat mengeluarkan sinar dan sinar inilah yang dideteksi oleh teleskop ruang angkasa Hubble.

img_2461

Ma mengatakan bahwa sebenarnya masih terdapat lebih banyak lagi kluster galaksi yang sama-sama tidak ramai akan galaksi seperti NGC 1600. Ada kemungkinan akan ditemukan lubang hitam lain yang jauh lebih besar dari ukuran lubang hitam yang sudah ditemukan ini. Namun ternyata sebelum menemukan lubang hitam seberat 17 miliar matahari, para astronomer telah mengembangkan sebuah korelasi mengenai ukuran bintang yang semakin membengkak dengan semakin besar lubang hitam yang muncul. Hal ini disebabkan oleh gaya gravitasi yang semakin besar dan menyebabkan bintang-bintang terhisap berputar sangat cepat dan bentuknya membengkak. Berdasarkan perhitungan dimungkinkan bahwa ada lubang hitam yang ukurannya 10 kali lipat dari lubang hitam yang ditemukan di NGC 1600.

Namun teori yang dikembangkan tersebut akan tidak lagi berguna, jika ada dua buah lubang hitam yang muncul dan saling bertabrakan. Saat tabrakan antar lubang hitam terjadi, maka mereka akan menimbulkan sebuah gaya yang sangat hebat dan menghisap semua gas yang ada didekat lubang hitam. Hanya ada sedikit sekali gas yang tersisa. Alhasil cahaya dari bintang yang membengkak tidak dapat dideteksi melalui teleskop Hubble. Saat ada lubang hitam jenis ini, maka cara terakhir yang dapat dilakukan oleh para astronomer adalah dengan menghitung kecepatan dari bintang-bintang yang bergerak mendekati lubang hitam. Bintang yang akan bergerak menuju ke lubang hitam memiliki kecepatan yang sangat cepat, karena dipengaruhi oleh gravitasi dari lubang hitam. Penghitungan kecepatan itu dapat dengan cara menggunakan gambar yang dihasilkan oleh teleskop dan menganalisa dengan menggunakan rasio berdasarkan jarak awal dan akhir bintang – bintang tersebut.

Credit: Daily Galaxy, Gizmag

Post Author: Novia Fitriana

Science is my passion...

Leave a Reply