Awas! Ternyata Polusi Udara Mengirim Partikel Magnetik Kecil ke Dalam Otak Kita!

Apakah sudah seharusnya kita menahan nafas saat terjebak kemacetan di jalan? Karena sebuah penelitian berhasil membuktikan bahwa polusi udara yang keluar dari knalpot-knalpot kendaraan bermotor, mengandung partikel-partikel metal yang dapat mencemari otak manusia. Partikel-partikel besi yang bersifat magnet tersebut bisa saja berkontribusi menyebabkan penyakit Alzheimer, sebuah penyakit syaraf yang menyerang ingatan manusia.

Zat besi sebenarnya merupakan salah satu zat alami yang ada di dalam otak manusia. Zat penyusun sel darah merah ini secara natural kita dapatkan dari asupan nutrisi makanan. Namun berbeda cerita dengan yang telah ditemukan oleh para peneliti dari Lancaster University, Inggris. Barbara Maher salah satu peneliti mengungkapan bahwa partikel besi yang ditemukannya ada di dalam otak beberapa responden, memiliki struktur berbeda dengan partikel besi alami. Partikel besi berukuran nano yang ia temukan tersebut diketahui lebih lanjut berstruktur kimia magnetit, molekul turunan besi yang bersifat magnetik dan diketahui menjadi salah satu polutan penyebab penyakit Alzheimer. Magnetit memang bukan komponen yang dihasilkan langsung oleh proses pembakaran bensin ataupun solar di kendaraan bermotor, namun komponen mesin kendaraan bermotor tersebut yang terbuat dari besi inilah yang menjadi sumber terbentuknya magnetit. Diketahui pula proses kerja pembangkit listrik tenaga uap juga ikut menyumbang limbah magnetit ke air sungai atau bahkan lautan.

Maher dan timnya meneliti otak dari 37 orang responden yang telah diketahui terdapat kandungan partikel besi di dalam otak yang di atas batas normal. Hal mengejutkan berhasil para peneliti ketahui setelah mereka menggunakan mikroskop elektron. Mereka menemukan bahwa ternyata partikel-partikel besi di dalam otak para responden yang berasal dari kota Manchester, Inggris dan Mexico City, Meksiko ini, memiliki struktur bulat. Sekedar Anda ketahui saja, besi berstruktur kristal secara alami sudah ada di dalam sel tubuh kita. Akan tetapi partikel besi berstruktur bulat, dalam hal ini berupa magnetit, hanya akan terbentuk pada saat zat besi telah melewati temperatur sangat tinggi. Bentuk bulat dari partikel besi inilah yang menguatkan Maher untuk menarik kesimpulan bahwa partikel-partikel tersebut berasal dari polusi udara.

“Besi ada di dalam bahan bakar sebagai pengotor, dan besi juga ada pada piston mesin mobil,” Maher menjelaskan. “Jika Anda turun ke jalan, Anda akan menghirup mereka – bagaimana mereka tidak akan masuk ke dalam sistem tubuh Anda?”


Proses pembentukan magnetit sangat mungkin terjadi pada ruang bakar mesin kendaraan bermotor. Gesekan antara piston dengan silinder blok, serta kondisi ruang bakar yang super panas akibat proses ledakan bahan bakar, mungkin saja akan menimbulkan serpihan-serpihan logam besi berukuran nano yang akan ikut terbuang melewati knalpot kendaraan. Kemungkinan hal tersebut semakin besar terjadi apabila kondisi mesin minim perawatan, terutama jika pemilik kendaraan tidak memperhatikan kondisi pelumasannya.

Magnetit justru menjadi sesuatu yang sangat penting di dalam proses pembangkitan listrik tenaga uap. Magnetit lazim kita temukan sebagai lapisan dalam pipa-pipa boiler yang menjaga agar sisi dalam pipa-pipa tersebut tidak mengalami korosi. Pencemaran magnetit dari PLTU akan terjadi jika limbah air yang terbuang dari boiler dan terkontaminasi oleh magnetit, tidak ditangani dengan baik.

Partikel-nano magnetit hanya memiliki ukuran 200 nanometer. Ukuran yang sangat kecil memperbesar kemungkinannya untuk masuk ke dalam tubuh kita dan berkumpul di dalam otak. Magnetit yang merupakan hasil oksidasi besi ini diketahui diketemukan pada penggumpalan protein yang menjadi penyebab utama penyakit Alzheimer. Kondisi inilah yang mendorong terbentuknya komposisi reaktif yang biasa dikenal sebagai radikal bebas, yang mana akan membunuh sel-sel syaraf. Inilah bagaimana partikel-partikel nano besi magnetit dapat menjadi penyebab utama penyakit Alzheimer.

Credit: New Scientist

Post Author: Onny Apriyahanda

"Science is the highest Art in the universe."

Leave a Reply