Ayo jelajahi ruang angkasa dengan Google Maps!

Google Maps semakin kaya! Tak hanya Bumi yang sudah dipetakan dengan sangat detail dan lengkap, Google juga telah melengkapi Google Maps dengan menambahkan beberapa planet dan satelit yang termasuk ke dalam sistem Tata Surya kita. Semudah menggerakkan mouse komputer, Anda sudah bisa menjelajahi sistem tata surya kita.

Planet-planet selain Bumi seperti Merkurius, Venus, Mars, dan “sang mantan” planet Pluto, sudah masuk ke dalam pemetaan Google Maps. Satelit-satelit planet yang juga sudah masuk ke dalamnya antara lain adalah Bulan sebagai satelit Bumi; Io, Ganymede, dan Europa milik Planet Jupiter; serta Mimas, Enceladus, Dione, Rhea, Titan, dan Iapetus yang merupakan satelit-satelit Saturnus. Bahkan hingga planet kerdil Ceres juga sudah masuk ke dalam pemetaan Google Maps.

Untuk mengakses fitur ini, Anda hanya perlu memperkecil (zoom-out) tampilan peta Bumi hingga Bumi nampak bulat utuh. Lalu di sisi kiri layar Anda akan melihat daftar planet dan satelit yang sudah terpetakan. Anda tinggal mengklik planet atau satelit mana yang ingin Anda lihat. Selanjutnya, Anda tidak hanya bisa melihat benda-benda ruang angkasa tersebut dari jauh, sebab Anda hanya perlu memperbesar (zoom-in) layar komputer Anda untuk menjelajahi permukaan mereka. Ini sangat menyenangkan dan bisa membuat Anda tersenyum-senyum sendiri!

Bagaimana Google bisa mendapatkan visualisasi benda-benda angkasa tersebut?

Dua puluh tahun yang lalu, pesawat ruang angkasa Cassini diluncurkan dari Cape Canaveral dalam sebuah perjalanan untuk mengungkap rahasia Saturnus dan satelit-satelitnya. Selama misinya, Cassini merekam dan mengirim hampir setengah juta gambar kembali ke Bumi, yang memungkinkan para ilmuwan untuk merekonstruksi dunia yang jauh ini, dengan detail yang belum pernah ada sebelumnya.

Cassini merupakan proyek gabungan antara NASA, European Space Agency (ESA), serta Italian Space Agency (ISA). Melalui misi ini ilmuwan banyak menemukan hal baru seperti ditemukannya air di permukaan Enceladus, yang bisa saja hal ini menjadi petunjuk adanya kehidupan di satelit Saturnus ini. Lalu seperti tampilan danau metana yang ada di Titan, satelit terbesar Saturnus. Masih banyak hal yang bisa kita eksplorasi dari fitur hebat ini.

Cassini sendiri mengakhiri misinya dengan menghancurkan diri masuk ke dalam atmosfer Saturnus pada 15 September 2017 lalu.

916254E5-4C8E-48FA-BAEB-B0B032D18155
Dilansir dari Google Blog, pihak Google mengucapkan terimakasih dikhususkan kepada artis astronomi Björn Jónson yang sudah merangkai peta permukaan Europa, Ganymede, Rhea, dan Mimas. Ia merangkai peta tersebut dari data-data milik NASA dan European Space Agency.

Credit: Google Blog

Post Author: Onny

"Science is the highest Art in the universe."

Leave a Reply