Bagaimana Tesla menyembunyikan kamera di teknologi self-driving mobil-mobil mereka?

Minggu lalu pabrikan mobil listrik mewah Tesla, merilis sebuah pengumuman penting, yang menurut saya, akan segera mengubah peta persaingan pasar otomotif dunia. Tesla dengan berani telah mulai memasarkan mobil-mobil mereka yang sudah dilengkapi perangkat-perangkat keras untuk mendukung teknologi tanpa pengemudi (self-driving). Bukannya merilis sebuah tipe mobil yang langsung dapat digunakan untuk bekerja tanpa sopir, namun Tesla justru memproduksi terlebih dahulu secara hardware mobil-mobil yang siap dengan teknologi revolusioner ini. Tesla menargetkan di akhir tahun 2017 mendatang, kesemua mobil-mobil ini akan siap melakukan perjalanan dekat maupun jauh, tanpa pengemudi!

Mengembangkan teknologi self-driving car memang tidak mudah. Bahkan dua perusahaan taksi yakni Uber dan nuTonomy, memerlukan waktu beberapa bulan untuk melakukan uji jalan, sehingga mereka dapat terus melakukan pembaruan database kondisi jalanan. Fase inilah yang paling penting, sebuah mobil self-driving harus siap untuk menghadapi berbagai kemungkinan yang akan ditemui di jalan seperti kendaraan lain, pejalan kaki, lubang aspal, hewan-hewan liar, bahkan hingga keberadaan kerikil di jalan. Inilah faktor utama yang membuat Tesla memutuskan untuk memproduksi terlebih dahulu mobil-mobil berperangkat keras self-driving, memasarkannya sehingga pada saat mobil-mobil ini digunakan di jalanan oleh para pemiliknya, server Tesla dapat terus memperbarui database-nya. Tahap selanjutnya, secara bertahap Tesla akan mengirimkan update software terbaru over the air, langsung ke masing-masing mobil terbaru mereka.

tesla

Perangkat-perangkat keras utama mobil tanpa pengemudi antara lain adalah kamera 360 derajat, sistem radar, beberapa sistem sensor, serta perangkat komputer terintegrasi dengan sistem mobil. Beberapa parbikan mobil yang sedang ataupun sudah mengembangkan mobil self-driving, umumnya menempatkan komponen kamera 360 derajat dan sensor radar di bagian atap mobil. Inilah yang berbeda dengan mobil-mobil besutan Tesla. Tidak nampaknya ‘mahkota’ asing yang disematkan di bagian atap mobil-mobil mereka, menimbulkan sebuah pertanyaan menarik: dimana para engineer Tesla menyembunyikan piranti-piranti keras mereka?

Melalui situs resmi mereka, Tesla menyebutkan bahwa mulai saat ini semua mobil yang mereka produksi sudah dilengkapi dengan delapan kamera di sekeliling mobil untuk menghasilkan visibilitas 360 derajat, dua belas sensor ultrasonik tercanggih saat ini yang mampu mendeteksi objek keras maupun lunak hingga dua kali lebih jauh daripada sensor sejenis yang ada saat ini, serta sebuah radar depan yang akan memberikan data berupa gelombang redundant, yang sangat baik saat memberikan pencitraan kondisi jalan saat kondisi hujan lebat, kabut, berdebu, maupun saat ada mobil depan yang menghalangi pandangan. Kesemua komponen-komponen canggih tersebut dengan rapi disembunyikan oleh Tesla, sehingga bentuk artistik mobil masih tetap terjaga tanpa ada embel-embel sebuah benda asing terpasang di atas atap mobil.

 photo 15CD6A5F-6C7F-48BE-B5C2-C6B9D4CBA634.jpg

Dilansir dari The Verge, beberapa foto memberikan sedikit penjelasan bagaimana Tesla menyembunykan beberapa kamera mobil ini. Lampu sein samping dengan logo Tesla, bagian pilar pintu tengah mobil, serta spion mobil, menjadi titik-titik dimana para engineer Tesla menyematkan kamera mereka. Untuk sensor ultrasonik, nampaknya Tesla tidak mengalami kesulitan berarti karena piranti ini memang sudah sangat familiar disematkan langsung pada bodi mobil, seperti pada mobil-mobil sekarang yang disematkan di bumper depan maupun belakang mobil sebagai sensor proximity (kedekatan).

 photo FBBFB97F-A328-45ED-9A55-C5164585FDCA.jpg

“Kecuali jika Anda melihatnya dari dekat, Anda tidak akan bisa mengenali mana piranti 1 atau piranti 2,” demikian ungkap Elon Musk, CEO Tesla, saat menanggapi inovasi baru ini. “Kami sudah sangat cermat dengan masing-masing kamera agar dapat menjadi bagian dari kerangka mobil.”

 photo 5EA7F91F-5AA2-4479-A19C-48BF8E800834.jpg

Teknologi mobil self-driving memang menjadi salah satu teknologi masa depan yang amat ditunggu kehadirannya. Teknologi ini diyakini akan menjadi solusi terbaik atas keselamatan berkendara, karena sistem berkendara ini akan lebih aman dibandingkan dengan pengemudi manusia. Kebutuhan akan finansial yang rendah juga dapat mendorong penghematan sumber energi serta biaya transportasi yang jauh lebih murah.

Credit: Tesla, The Verge, Business Insider

Post Author: Onny Apriyahanda

"Science is the highest Art in the universe."

Leave a Reply