Cina akan Membangkitkan lagi Pesawat Terbang Terbesar di Dunia

Tahukah Anda tentang pesawat terbang terbesar di dunia? Jika Anda belum tahu, perkenalkanlah AN-225, pesawat terbang super besar dengan ukuran jauh melebihi pesawat jumbo Airbus A389-800 maupun Boeing 747-8 Intercontinental. Pesawat terbang buatan Antonov Corporation asal Ukraina ini memiliki bobot mencapai 640 ton, dengan ditopang oleh enam mesin turbojet berukuran jumbo Ivchenko Progress D-18T. Pesawat ini memiliki panjang tubuh 84 meter dan rentangan sayap dengan lebar mencapai 88 meter. Dengan ukuran sebesar itu, didukung dengan 6 mesin turbijet D-18T, pesawat ini mampu mengangkat beban hingga 250 ton.

Pesawat raksasa ini pertama kali terbang pada tanggal 21 Desember 1988, dan langsung mencetak 106 rekor dunia baru. Saat itu ia mengangkut pesawat ulang alik Buran milik Uni Soviet untuk mengirimnya ke ruang angkasa. Namun sayangnya penerbangan pesawat ini tidak berumur panjang. Pecahnya Uni Soviet pada tahun 1991 menghentikan program pesawat antariksa Buran. Hal ini membuat pesawat jumbo AN-225 hampir tidak pernah beroperasi lagi hingga saat ini. Selain pesawat pengangkut Buran ini, tercatat ada satu lagi AN-225 yang dibuat. Namun proyek pembuatan pesawat tersebut pada tahun 2009 ditunda hingga waktu yang tidak pernah ditentukan.


Kabar terkini nampaknya pesawat legendaris AN-225 tersebut bakal terlahir kembali. Sebuah kerjasama antara Aviation Industry Corporation of China (AICC) dengan Antonov Corporation telah terjalin pada 30 Agustus lalu. Kerjasama ini akan dibagi menjadi dua tahap. Tahap pertama adalah penyelesaian pembuatan AN-225 kedua yang terbengkalai sejak tahun 2009, dan diperkirakan akan selesai pada tahun 2019. Tahap kedua proyek ini adalah transfer teknologi keseluruhan, termasuk mesin turbofan D-18T berdaya dorong 23 ton. Lisensi produksi pesawat ini akan dikembangkan menjadi versi modern di Provinsi Sichuan sebagai lokasi pembuatan AN-225 selanjutnya.

 photo AD9BA1A7-A0E5-46FE-B488-7A534051C67E.jpg

Dikutip dari Popular Science, pihak AICC siap menyuntikkan dana sebanyak US$ 300 juta untuk kebutuhan penyelesaian pesawat kedua AN-225 yang terbengkalai di Ukraina. AN-225 terbengkalai tersebut saat ini baru selesai sekitar 60-70% saja, dan dengan dana tersebut diperkirakan tahun 2019 menjadi tahun penerbangan perdana pesawat ini. Pembangunan pesawat pertama AN-225 versi Cina yang menjadi bentuk kerjasama tahap kedua, diperkirakan akan selesai di kisaran pertengahan dekade 2020-an.

 photo 20F82C53-7829-4561-A977-79D3F03E434A.jpg

Bagi Cina, pembangunan pesawat ini memiliki banyak keuntungan. Tak hanya mendukung pendistribusian barang-barang produk Cina yang semakin mendunia dari hari ke hari, pesawat ini akan mendukung dunia militer Cina. Kemampuannya mengangkut beberapa tank sekaligus, helikopter, artileri, atau bahan rudal balistik di dalamnya, menjadi keuntungan bagi dunia militer Cina. Tak hanya dunia militer Cina, kebutuhan pembangunan fasilitas energi juga menjadi penting bagi Cina yang terus mendominasi dunia dengan produk-produk murahnya. AN-225 akan berperan penting sebagai alat pengangkut infrastruktur peembangkit listrik seperti turbin gas ataupun turbin angin yang lazimnya hanya dapat diangkut melalui jalur laut.

Credit: Popular Science, Wikipedia: Antonov AN-225

Post Author: Onny Apriyahanda

"Science is the highest Art in the universe."

Leave a Reply