Fakta Kesehatan: Konsumsi Sebutir Telur Sehari Mengurangi Risiko Stroke Hingga 26%!

Penyakit kardiovaskular (CVD) adalah penyebab utama kematian dan kecacatan di seluruh dunia. Termasuk di Indonesia yang mencatat ada lebih dari lima juta penduduk didiagnosa mengidap salah satu penyakit ini menurut data tahun 2013. Sebagian besar darinya adalah stroke (termasuk stroke hemoragik dan iskemik) yang mencapai jumlah dua jutaan.

Tidak seperti penyakit jantung iskemik, yang merupakan penyebab utama kematian dini di sebagian besar negara-negara Barat, stroke adalah penyebab paling bertanggung jawab di Indonesia, diikuti oleh penyakit jantung koroner.

Diyakini, salah satu penyebab timbulnya penyakit kardiovaskular adalah tingginya konsumsi makanan mengandung kolesterol tinggi. Telur menjadi salah satu sumber utama dari kolesterol, tetapi mereka juga mengandung protein berkualitas tinggi, banyak vitamin dan komponen bioaktif seperti fosfolipid dan karotenoid.

Penelitian sebelumnya mengenai hubungan antara makan telur dan dampak pada kesehatan, memberi kesimpulan yang tidak konsisten. Kebanyakan dari mereka menemukan hubungan yang tidak signifikan antara konsumsi telur dan penyakit jantung koroner atau stroke.

Oleh karena itu, baru-baru ini tim peneliti dari China dan Inggris yang dipimpin oleh Profesor Liming Li dan Dr Canqing Yu dari School of Public Health, Peking University Health Science Center, berinisiatif untuk memeriksa hubungan antara konsumsi telur dengan penyakit kardiovaskular termasuk penyakit jantung iskemik, jantung koroner, stroke hemoragik dan stroke iskemik.

Mereka menggunakan data dari studi China Kadoorie Biobank (CKB), sebuah studi prospektif yang dilakukan terhadap setengah juta orang dewasa (512,891) berusia 30 hingga 79 dari 10 wilayah geografis yang berbeda di China.

Para peserta sudah direkrut antara tahun 2004-2008 dan ditanya tentang bagaimana frekuensi mereka mengonsumsi telur. Lalu mereka ditindaklanjuti untuk menentukan morbiditas dan mortalitas mereka.

Untuk studi baru ini, para peneliti berfokus pada 416.213 peserta yang sebelumnya bebas dari kanker, penyakit kardiovaskular (CVD) dan diabetes.

Dari kelompok itu pada rata-rata tindak lanjut setelah 8,9 tahun, total 83.977 kasus CVD dan 9.985 kematian CVD didokumentasikan, serta 5.103 kejadian jantung koroner.

Pada awal periode penelitian, 13,1% peserta melaporkan konsumsi harian (jumlah biasa 0,76 telur / hari) dan 9,1% melaporkan tidak pernah atau sangat jarang konsumsi (jumlah biasa 0,29 telur / hari) telur.

Analisis hasil menunjukkan bahwa dibandingkan dengan orang yang tidak mengonsumsi telur, konsumsi telur setiap hari dikaitkan dengan risiko CVD yang lebih rendah secara keseluruhan.

Secara khusus, konsumen telur harian (hingga satu telur / hari) memiliki 26% risiko lebih rendah dari stroke hemoragik, risiko 28% lebih rendah dari kematian akibat stroke hemoragik, dan risiko kematian CVD 18% lebih rendah.

Selain itu, ada penurunan 12% dalam risiko penyakit jantung iskemik yang diamati untuk orang yang mengonsumsi telur setiap hari (diperkirakan 5,32 telur / minggu), jika dibandingkan dengan kategori konsumsi ‘tidak pernah / jarang’ (2,03 butir / minggu).

Ini adalah penelitian observasional, sehingga tidak ada kesimpulan yang dapat ditarik tentang bagaimana sebab dan akibat, tetapi penulis penelitian terkait mengatakan bahwa penelitian mereka memiliki ukuran sampel yang besar dan memperhitungkan faktor risiko yang ditetapkan dan potensial untuk CVD.

Para penulis menyimpulkan, “Penelitian ini menemukan bahwa ada hubungan antara tingkat konsumsi telur sedang (hingga 1 telur / hari) dan tingkat kejadian jantung yang lebih rendah. Temuan kami menyumbangkan bukti ilmiah untuk pedoman diet yang berkaitan dengan konsumsi telur untuk orang dewasa Cina yang sehat.”

Credit: Science Daily

Post Author: Onny

"Science is the highest Art in the universe."

Leave a Reply