Generasi penerus sang legenda Evo: Mitsubishi e-Evolution yang garang namun ramah lingkungan!

Selasa lalu di ajang Tokyo Motor Show, menjadi tanda untuk pertama kalinya Mitsubishi mencoba membuat kendaraan performa tinggi dengan menggunakan teknologi mobil listrik (Electric Vehicle/EV). Melalui ajang tersebut pabrikan mobil kenamaan ini memperkenalkan Mitsubishi e-Evolution. Mobil berkonsep SUV ini dibekali dengan tiga motor listrik, dengan dua dipasang sebagai penggerak roda belakang dan satu di depan. Konsep pembagian daya motor listrik ini untuk memaksimalkan pembagian daya ke empat roda mobil, sesuai dengan konsep 4-WheelDrive yang mirip digunakan pada jajaran mobil Evo lama. Baterai juga diletakkan di tengah bawah mobil untuk memaksimalkan pusat gravitasi mobil.

e-evo_concept_ext01c_0

Satu hal yang menarik dari konsep mobil ini adalah, Mitsubishi ingin masuk ke dalam permainan kecerdasan buatan. Perusahaan ini mengatakan e-Evolution akan menggunakan sensor untuk menyesuaikan tingkat keterampilan pengemudi dengan kondisi jalan di depan dan mengatur mobil agar sesuai dengan kondisi tersebut. Sebuah fungsi khusus juga dirancang untuk mengirimkan informasi yang relevan kepada pengemudi, sehingga kemampuan kendaraan dalam situasi tertentu dapat diperjelas. Pada dasarnya, Mitsubishi ingin membangun kendaraan performa tinggi yang tidak akan mencelakakan Anda jika Anda bukan pembalap.

Desain eksterior dan interior Mitsubishi e-Evolution terbilang sangat futuristik. Desain sudut-sudut mobil yang terkesan kasar serta atap yang miring diungkap oleh situs Auto Express sebagai sebuah simbol kesiapan mobil untuk melahap berbagai medan berat dan siap untuk menjadi pemandu wisata lintas negara berperforma tinggi. Pada sisi interiornya, mobil ini menggunakan layar full LED sebagai sistem navigasi pengemudi. Layar utama tersebut akan diapit oleh dua layar tambahan di kanan-kirinya yang berfungsi selayaknya spion mobil.

Belum ada rilis resmi kapan konsep kendaraan ini akan diproduksi massal. Akan tetapi jelas, Mitsubishi e-Evolution menjadi jawaban atas pertanyaan seperti apa generasi penerus legenda Evo yang sudah “dibunuh” sejak tahun 2015.


Credit: The Verge, Auto Express

Post Author: Onny

"Science is the highest Art in the universe."

Leave a Reply