Google dan Queen memvisualisasikan Bohemian Rhapsody melalui media Virtual Reality

Pernahkah Anda mendengarkan sebuah lagu berjudul Bohemian Rhapsody? Atau mungkin Anda baru mendengarnya sebagai salah satu lagu pengisi album Original Sound Track film Suicide Squad? Memang lagu ini kembali diangkat dan diaransemen ulang oleh grup band masa kini Panic at the Disco. Namun sebenarnya lagu ini ditulis oleh Freddie Mercury sejak akhir dekade 1960-an dan dinyanyikannya bersama Queen, pada tahun 1975. Lagu sepanjang masa ini sangat menarik dan fenomenal tidak hanya karena alur musiknya yang tidak lazim dengan menggabungkan jenis musik progressive rock, progressive pop, symphonic rock, hard rock, dan heavy metal ke dalam satu rangkaian lagu tanpa chorus, namun juga karena isi liriknya yang susah dimengerti dan cenderung mengandung unsur kekerasan.

Lirik lagu Bohemian Rhapsody memang nampak abstrak dan tidak beraturan. Lirik yang disebut-sebut merepresentasikan kepribadian Freddie Mercury ini seakan memiliki rahasia tersembunyi dibaliknya yang masih dirahasiakan oleh sang penulis lagu dan anggota band Queen lainnya. Brian May sang gitaris menyebutkan bahwa lagu ini menjadi semacam referensi terselubung dari trauma pribadi Mercury.

“Freddie adalah orang yang kompleks: usil dan menyenangkan di luar, tapi sebenarnya ia bersembunyi dari ketidakamanan dan masalah yang membebani hidupnya sejak kecil. Ia tidak pernah menjelaskan lirik lagu ini, tapi saya pikir ia sudah meletakkan semuanya pada lagu tersebut,” demikian penjelasan lebih lanjut dari May.

image

Namun nampaknya apa yang tersembunyi di balik lirik lagu Bohemian Rhapsody ini akan sedikit terungkap. Hal ini berkaitan dengan dirilisnya sebuah aplikasi virtual reality (VR) berjudul The Bohemian Rhapsody Experience. Aplikasi yang dibuat bersama antara Queen, Google, dan studio Enosis VR ini mempersilahkan setiap orang yang melihatnya melalui kacamata VR untuk merasakan sebuah pengalaman memasuki dunia baru, dunia Bohemian Rhapsody. Aplikasi ini sudah tersedia di PlayStore untuk versi Android dan segera rilis untuk versi iOS.

“Klip Google hebat ini menjadi tonggak sejarah baru – mungkin menjadi yang pertama dari seni animasi VR stereoskopis. Itu akan kompatibel dengan semua sistem VR ponsel pintar, termasuk alat milik saya London Stereoscopic Company OWL VR. Sebuah pengalaman 3-D baru!” kata May yang juga seorang doktor bidang antariksa ini.

Aplikasi yang disebut oleh Google sebagai “sebuah perjalanan menembus alam bawah sadar Freddie Mercury” ini sebenarnya sudah dikembangkan sejak lama. Bahkan May yang dikenal penggemar gadget virtual reality mengembangkan aplikasi ini dengan jalan membuat sendiri kacamata VR-nya. Ia dan Google pun telah merilis versi beta dari aplikasi ini pada awal tahun 2016. Kali ini pada 14 September 2016 lalu Google bersama sutradara terkenal Patrick Osborne dan Justin Lin merilis secara resmi The Bohemian Rhapsody Experience ke publik.

Melalui media VR, teknik animasi kontemporer dan estetika, berhasil menggambaran ikon dan simbolisme musik serta karya seni Queen lewat The Bohemian Rhapsody Experience. Aplikasi ini memberikan visualisasi serta elemen audio yang merespon gerakan penggunanya. Band ini telah bekerja keras bersama tim kreatif untuk menghadirkan dunia Queen ke dunia nyata, menciptakan sesuatu yang unik, sebuah cara baru untuk menikmati lagu Bohemian Rhapsody, sembari memperkenalkan kembali lagu tersebut ke generasi-generasi baru. Melalui aplikasi ini, pengguna akan merasa seakan-akan sedang berjalan di dalam lagu tersebut.

“Kami harap melalui virtual reality dapat memberikan sebuah pengalaman baru kepada fans untuk menikmati lagu ini, serta menjadi penanda tidak adanya batasan untuk artis dan para kreator untuk berkolaborasi dengan Google Play,” ungkap Gareth Hornberger, Brand Manager dari Google Play.

Credit: The Verge, Wikipedia: Bohemian Rhapsody, Brian May

Post Author: Onny Apriyahanda

"Science is the highest Art in the universe."

Leave a Reply