Ilmuwan Menemukan 14 Gen Pemicu Masalah Obesitas

Ketika ia masih berusia 10 tahun, dunia sempat dihebohkan karena tubuhnya yang super besar, berbobot 195 kg, susah berdiri, dan sempat dijuluki sebagai anak paling gemuk sedunia. Arya Permana namanya, ketika itu harus menjalani serangkaian program diet untuk menurunkan bobot beratnya. Keberhasilannya menurunkan berat badan diapresiasi oleh banyak pihak. Kini di usianya yang menginjak remaja, ia berhasil mempertahankan bobot badannya di kisaran 90 kg.

Kisah Arya Permana tersebut tentu saja hanya 1 contoh dari kasus obesitas di Indonesia. Menurut data dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, sebanyak 33,5% penduduk Indonesia mengalami obesitas dengan angka Indeks Massa Tubuh (IMT) >25. Itu artinya 1 dari 3 orang yang Anda temui setiap harinya mengalami obesitas. Hal ini tentu mengkhawatirkan mengingat obesitas menjadi pemicu berbagai macam masalah kesehatan terutama kesehatan kardiovaskuler kita.

Bersyukur karena kemajuan teknologi, berbagai macam cara digunakan untuk meneliti obesitas demi untuk mengurangi kasus obesitas dunia. Salah satunya adalah dipublikasikannya sebuah penelitan yang menyebutkan bahwa ada empat belas gen di dalam tubuh kita yang memicu masalah obesitas. Kabar baiknya, tiga diantaranya dapat digunakan untuk mencegah masalah kegemukan ini.

Ilmuwan Menemukan 14 Gen Pemicu Masalah Obesitas

Penelitian ini dilakukan oleh ilmuwan dari University of Virginia, Amerika Serikat. Para ahli genomik di sana berhasil memilah kode gen pemicu obesitas dari ratusan gen yang berkaitan dengan masalah ini. “Kami tahu ada ratusan varian gen yang sepertinya muncul dan berkaitan dengan individu pengidap obesitas dan penyakit lainnya. Namun ‘sepertinya muncul dan berkaitan’ belum tentu menyebabkan penyakit tersebut. Ketidakpastian inilah yang menjadi tantangan utama para ahli genomik untuk mengidentifikasi dan mengobati obesitas,” ungkap Eyleen O’Rourke salah satu ilmuwan yang terlibat dalam penelitian tersebut.

Kegemukan umumnya kita pahami sebagai sebuah kondisi kelebihan kalori akibat gaya hidup memakan makanan tinggi kalori seperti karbohidrat berlebihan, gula, atau fruktosa tinggi. Diiringi dengan tidak diimbanginya aktifitas tinggi yang memanfaatkan kalori tersebut seperti olahraga teratur, maka risiko obesitas pun meningkat.

Namun kenyataannya tak hanya itu saja pemicu masalah obesitas, faktor genetik juga memberikan pengaruh tinggi pada masalah ini. Gen menentukan bagaimana tubuh kita menyimpan cadangan lemak, dan mempengaruhi sebaik apa tubuh kita membakar kalori sebagai bahan bakar. Maka jika ilmuwan berhasil menemukan gen yang mengatur konversi berlebihan atas makanan menjadi lemak, dan menonaktifkannya hanya dengan meminum obat, tentu hal ini akan menjadi terobosan yang sangat besar demi mengatasi masalah obesitas dunia.

Para ilmuwan dari University of Virginia menggunakan pemodelan spiral untuk mengidentifikasi sebanyak 293 gen yang berkaitan dengan obesitas. Fokus mereka adalah mencari gen mana yang memicu masalah obesitas dan mana juga yang dapat mencegahnya. Melalui pemodelan dan program pembelajaran mesin (machine learning), mereka berhasil menemukan 14 gen pemicu obesitas dan tiga lainnya yang dapat mencegah masalah ini. Menariknya, dengan menghentikan aksi dari tiga gen tersebut, selain dapat mencegah timbulnya obesitas juga dapat memperpanjang umur dan memperbaiki fungsi saraf lokomotorik.

Para peneliti menyadari akan perlunya ujicoba lebih lanjut kepada manusia atas penemuan mereka ini. “Terapi anti-obesitas memang sangat dibutuhkan untuk mengurangi berbagai permasalahan yang ditimbulkan oleh pasien obesitas,” imbuh O’Rourke dilansir dari Science Daily.

(Credit: Science Daily, Kementerian Kesehatan RI)

Post Author: Onny Apriyahanda

"Science is the highest Art in the universe."

Leave a Reply