Kabar gembira! Diet mirip puasa ini mampu mengembalikan fungsi pankreas para penderita diabetes!

Sebuah studi terbaru yang dilakukan oleh USC Leonard Davis School of Gerontology, pusat studi bidang gerontologi (ilmu mengenai usia lanjut) pertama dan terbesar di dunia, berhasil membuktikan sebuah fakta baru. Para peneliti di sana mampu membuktikan bahwa diet mirip puasa yang dilakukan secara periodik mampu melawan diabetes melalui perbaikan sel-sel pankreas. Produksi insulin alami dapat kembali dilakukan oleh sel-sel pankreas baru tersebut. Hal ini tentu menjadi kabar baik bagi para penderita diabetes yang mendambakan sebuah metode pengobatan alami.

Inovasi diet yang dibuat mirip dengan puasa ini dikenal dengan nama fasting-mimicking diet (FMD). FMD diperkenalkan sekaligus dipatenkan oleh Valter Longo, direktur dari Institut Panjang Umur (Longevity Institute) di USC Leonard Davis School of Gerontology. Longo jugalah yang menjadi pemimpin tim peneliti ini. Mereka berhasil membuktikan bahwa FMD mampu mengembalikan fungsi pankreas tikus dan manusia yang mengalami gangguan diabetes tipe 1 dan 2.

 photo C3719CCB-70FA-4171-9201-525A4076656A.jpeg

“Siklus diet FMD dan diet normal intinya akan memprogram kembali sel bukan penghasil insulin menjadi sel penghasil insulin,” ungkap Longo dikutip dari Science Daily. “Dengan mengaktifkan regenerasi sel pankreatik, kami bisa menyelamatkan tikus dari diabetes stadium akhir tipe 1 dan tipe 2. Kami juga berhasil mengaktifkan kembali produksi insulin sel pankreas manusia penderita diabetes tipe 1.”

Pada diabetes tipe 1 dan 2, sel beta pankreas kehilangan fungsinya untuk memproduksi insulin. Insulin berfungsi untuk mengontrol level gula darah tubuh. Pada penelitian yang menggunakan subjek tikus ini, melawan diabetes dapat dilakukan dengan melakukan FMD selama empat hari di setiap minggu. Tikus-tikus tersebut mampu kembali menghasilkan insulin, menurunkan resistansi insulin, serta berhasil menjaga level glukosa darah. Bahkan hal tersebut juga dialami pula oleh tikus yang mengalami diabetes stadium lanjut.

Siklus diet ini mengaktifkan gen pada tikus dewasa yang normalnya hanya aktif saat membentuk pankreas pada tikus yang cedera. Gen tersebut mengaktifkan protein neurogenin-3 (Ngn3) yang berfungsi membentuk sel beta baru penghasil insulin. Longo bersama timnya juga berhasil mendeteksi adanya peningkatan pembentukan protein Ngn3 pada pasien manusia penderita diabetes tipe 1.

Tak hanya penderita hipertensi yang berpotensi mendapatkan manfaat langsung dari diet FMD, namun Longo beserta timnya berulang kali berhasil membuktikan khasiat diet tersebut. Selain mampu meregenerasi sel-sel pankreas, FMD mampu mengurangi resiko penyakit kanker, jantung, serta penyakit-penyakit lain yang berkaitan dengan usia lanjut. Studi lain juga berhasil membuktikan bahwa FMD berpotensi mengangkat penyakit degenerasi syaraf, meningkatkan kemujaraban kemoterapi untuk menanggulangi kanker, serta mampu menurunkan kadar lemat di dalam organ-organ dalam tubuh.

Dilansir dari jurnal penelitian terkait, diet FMD untuk pasien diabetes dilakukan pada siklus 5 hari. Pada hari pertama pasien hanya diberi makanan dengan kandungan energi 4600 kJ yang tersusun atas 11% protein, 46% lemak, serta 43% karbohidrat. Sedangkan untuk hari kedua pasien diberikan makanan dengan kandungan energi hanya 3000 kJ serta memiliki kandungan nutrisi 9% protein, 44% lemak, serta 47% persen karbohidrat. Berbeda dengan ibadah puasa bagi umat muslim, makanan diet puasa ini dibagi menjadi empat waktu yakni untuk sarapan, makan siang, makanan ringan, serta makan malam. Subjek juga dibebaskan untuk meminum air putih kapanpun ia mau.

Credit: Science Daily, Journal Published

Post Author: Onny

"Science is the highest Art in the universe."

Leave a Reply