Mengenal ‘mainan’ baru Elon Musk: The Boring Company

Apa yang ada di dalam benak Anda jika sedang terjebak kemacetan? Mungkin hanya muram, menggerutu, mengomel tak jelas, dan yang pasti merasa bosan. Namun lain cerita jika yang terjebak kemacetan adalah seorang Elon Musk, sang CEO Tesla dan SpaceX. Kebosanan yang ia alami justru memunculkan ide untuk membuat perusahaan baru bernama The Boring Company. Namun kata boring pada nama perusahaan tersebut bukan berarti bosan, akan tetapi memiliki arti lain dari hiponim kata boring yang berarti mengebor. Ya, Musk ingin mengebor Bumi!

Niatan awal Musk tersebut terungkap dalam sebuah cuitan di akun Twitter-nya. “Traffic is driving me nuts. Am going to build a tunnel boring machine and just start digging…” Kurang lebih artinya adalah “Lalu lintas ini membuatku gila. Saya akan membuat mesin pengebor terowongan dan mulai menggali…” Tersirat sekilas dari cuitan tersebut bahwa Musk ingin memecah kemacetan lalu lintas jalan raya dengan membangun terowongan bawah tanah.

Tak berapa lama dari cuitannya di pertengahan bulan Desember 2016 tersebut, Musk mengumumkan secara resmi perusahaan pengeboran terowongannya di bulan April 2017 dengan nama The Boring Company. Tak berselang lama pula, mesin bor raksasa yang ia inginkan pun sudah mulai bekerja. Di bulan Juni 2017, mesin bor raksasa yang ia beri nama Godot ini mulai mengebor bawah tanah area parkir salah satu perusahaannya, SpaceX.

Konsep dari The Boring Company ini tidak seperti apa yang ada di dalam bayangan kita. Mobil yang lewat jalur terowongan ini tidak dapat dikemudikan oleh si pengendara. Masing-masing mobil nantinya akan diangkut oleh sebuah papan seluncur raksasa berpengendali otomatis yang mampu melaju hingga kecepatan 200 km/jam dengan penggerak listrik. Ide ini bertujuan untuk meminimalisir terjadinya kecelakaan mobil di dalam terowongan, serta tentu saja untuk mencegah terjadinya kemacetan yang sama seperti yang terjadi di jalan raya biasa. Disamping itu, penggunaan papan seluncur berpenggerak listrik juga bertujuan untuk mencegah polusi udara terjadi di dalam terowongan.

Tepat bulan lalu yakni Juli 2017, Musk mengunggah cuitan terbaru melalui akun Twitternya yang mengungkap bahwa ia telah mendapatkan persetujuan verbal dari pemerintah Amerika Serikat untuk membangun jalur Hyperloop bawah tanah yang menghubungkan New York dengn Washington DC. Sekalipun belum ada ijin resmi secara tertulis, dua kota berjarak sekitar 370 km tersebut diproyeksikan oleh Musk akan dihubungkan oleh terowongan bawah tanah modern ala The Boring Company dengan sekaligus terkombinasi dengan jalur Hyperloop. Jadi kita tunggu saja bagaimana jadinya!

Credit: The Boring Company, CNN

Post Author: Onny

"Science is the highest Art in the universe."

Leave a Reply