Penemuan Bakteri Pengurai Plastik Polyethylene Terephtalate

Anda pasti sudah mengetahui bahwa plastik dapat dibuat menjadi berbagai macam produk yang sering kita gunakan sehari – hari seperti, botol minuman, pakaian, bungkus makanan, dan wadah berbagai produk kecantikan. Namun perlu Anda pahami bahwa bahan untuk membuat plastik ada banyak jenisnya dan salah satunya yang paling umum digunakan adalah plastik dari polyethylene terephtalate (PET). Plastik PET merupakan jenis plastik yang paling umum diproduksi oleh pabrik, karena memiliki sifat ringan, dapat didaur ulang, aman untuk digunakan, dan kuat.

pet-water-bottles-close-up [60529]

Berkat segala macam keunggulan tersebut, permintaan pasar akan plastik PET menjadi semakin meningkat setiap tahunnya. Efek samping yang perlu dikhawatirkan adalah pemerintah kesulitan untuk melakukan pengolahan sampah plastik PET. Ketidakmampuan dalam mengolah plastik PET dapat menimbulkan banjir saat musim hujan tiba. Fakta juga telah membuktikan bahwa masalah dalam pengolahan plastik dialami oleh seluruh dunia. Pada negara berkembang, penduduk seringkali membakar sampah-sampah plastik. Padahal membakar sampah dapat menyebabkan polusi udara. Saat sampah tersebut dibakar, maka akan menimbulkan gas beracun yang dapat memicu pertumbuhan sel kanker pada organ pernapasan. Kemudian Anda pasti akan bertanya mengenai cara apakah yang paling aman digunakan untuk mengolah sampah-sampah plastik tersebut. Pengolahan sampah yang terbaik adalah dengan menimbun sampah-sampah itu agar dapat terurai secara alami. Hanya saja untuk mengurai plastik tersebut secara alami, membutuhkan waktu yang sangat lama hingga ratusan tahun.

Demi untuk mengatasi berbagai masalah tersebut, banyak para peneliti di berbagai belahan dunia berusaha untuk mencari bakteri yang dapat mengurai PET dengan cepat. Beberapa tahun berlalu dan kini peneliti dari Jepang telah berhasil menemukan bakteri yang dapat mengurai plastik yang terbuat dari PET. Tim peneliti tersebut dipimpin oleh Dr. Kohei Oda dari Kyoto Institute of Technology dan Dr. Kenji Miyamoto dari Keio University. Mereka memberikan nama Ideonella sakaiensis kepada bakteri tersebut. Dalam penelitian ini, mereka menggunakan sampel sebanyak 250 berupa potongan plastik PET dengan kualitas rendah. Kemudian semua sampel tersebut mereka screening untuk mengetahui ada tidaknya bakteri yang pertumbuhan mereka bergantung pada ketersediaan lapisan plastik PET. Ternyata telah terbukti bahwa bakteri jenis ini memang ada.

 photo 75F8A6DC-9127-47AE-8A29-9FDBA1A7BB87.jpg

Dalam proses penguraian plastik PET, bakteri Ideonella sakaiensis menggunakan dua macam enzim untuk menghancurkan plastik tersebut menjadi zat – zat yang ramah lingkungan. Kemudian zat hasil penghancuran plastik PET tersebut digunakan sebagai sumber makanan bagi koloni bakteri Ideonella sakaiensis. Bakteri tersebut menggunakan zat hasil penguraian yang mengandung karbon untuk pertumbuhan mereka. Bakteri tersebut membutuhkan waktu selama 6 minggu untuk mengurai plastik PET kualitas rendah.

Hanya saja pada kenyataannya, plastik PET yang sering digunakan bukanlah  plastik dengan kualitas rendah. Maka dari itu perlu untuk menurunkan kualitas sampah plastik PET terlebih dahulu. Penurunan kualitas dapat dilakukan dengan cara plastik dipanaskan dan didinginkan terlebih dahulu sebelum akhirnya digunakan bakteri Ideonella sakaiensis sebagai pengurai.  Memanaskan bertujuan untuk menurunkan kualitas plastik PET yang dapat mempermudah bakteri untuk mengurai plastik PET. Sedangkan mendinginkan bertujuan agar suhu plastik yang akan diurai sesuai dengan kondisi optimum dimana bakteri tersebut dapat hidup dan berkembang biak dengan cepat. Kondisi optimum bakteri ini untuk mengurai plastik PET adalah pada suhu 300C.

Rofl Halden yang merupakan seorang profesor dari Arizona State University mengatakan bahwa nampaknya perlu ada penelitian lebih lanjut untuk mengetahui apakah bakteri ini dapat hidup di tanah pada kondisi umum atau tidak. Selain itu Halden menambahkan bahwa pentingnya pengaplikasian bakteri ini untuk mengurangi limbah dari industri plastik. Selain itu Halden juga berpendapat bahwa penemuan ini sangat berguna bagi kemajuan ilmiah.  Walaupun memang masih terlalu susah pengaplikasian dalam skala besar, karena jumlah plastik PET yang tersebar di seluruh dunia sudah sangat banyak. Maka dari itu industri plastik juga perlu untuk menggencarkan proses produksi jenis plastik yang mudah diurai.

CreditWSJNapcorPetresinSci-News

 

Post Author: Novia Fitriana

Science is my passion...

Leave a Reply