Penemuan ini mungkin akan menggusur keberadaan zat aditif pada oli pelumas mesin!

Sebuah penelitian terbaru yang dilakukan di Georgia Institute of Technology memungkinkan komponen mesin memiliki nilai friksi super rendah, sekalipun hanya menggunakan oli pelumas tanpa aditif. Hal tersebut dimungkinkan dengan sebuah inovasi baru untuk memproses permukaan komponen mesin dengan sebuah perlakuan khusus. Tim peneliti terkait menggunakan proses blasting terhadap permukaan komponen mesin dengan menggunakan campuran zat tembaga sulfida dengan aluminium oksida. Dengan cara ini, permukaan komponen mesin akan memiliki molekul-molekul yang mampu menghasilkan ikatan sangat kuat dengan molekul-molekul oli pelumas sehingga menghasilkan permukaan yang terlubrikasi sangat baik.

“Sekitar 50 persen dari kerugian energi mekanis pada mesin motor bakar dihasilkan oleh gesekan antar komponen piston. Maka jika kita dapat mengurangi gesekan tersebut, kita dapat menghemat energi dan mengurangi konsumsi bahan bakar dan oli pelumas,” ungkap Michael Varenberg salah satu anggota tim peneliti.

“About 50 percent of the mechanical energy losses in an internal combustion engine result from piston assembly friction. So if we can reduce the friction, we can save energy and reduce fuel and oil consumption,” said Michael Varenberg, an assistant professor in Georgia Tech’s George W. Woodruff School of Mechanical Engineering. “Kami ingin molekul oli dapat berikatan kuat dengan permukaan komponen. Secara tradisional, ikatan kuat ini dihasilkan dengan jalan menambahkan zat aditif pada oli.”

image2

Pada teknologi tribologi, ilmu yang membahas mengenai pelumasan mesin, salah satu fungsi penggunaan zat aditif pada oli pelumas adalah untuk membuat molekul-molekul oli dapat terikat dengan baik ke permukaan komponen mesin. Namun berbeda dengan apa yang dilakukan oleh tim peneliti dari Georgia Institute of Technology ini, proses shot peening terhadap permukaan komponen mesin menggunakan campuran zat tembaga sulfida dengan aluminium oksida, membuat molekul-molekul besi di permukaan terdeformasi dan membentuk molekul besi sulfida. Nah, molekul besi sulfida inilah yang diketahui memiliki ikatan sangat kuat dengan molekul pelumas oli. Dengan teknologi revolusioner ini tentu saja penggunaan zat aditif yang terkadang keberadaannya justru merusak proses pelumasan dapat dikurangi.

“Hasil penelitian ini menunjukkan performa yang jauh melebihi kualitas oli terbaik  yang ada di pasaran saat ini, dan sama dengan performa oli yang menggunakan formula partikel-nano berbasis tungsten disulfida, namun perlu diingat, proses yang kami lakukan tidak menggunakan media struktur nano yang berharga sangat mahal,” tambah Varenberg saat menjelaskan bahwa permukaan komponen mesin hasil pemrosesannya memiliki koefisien gesekan yang sepuluh kali lebih rendah ketimbang permukaan komponen yang tidak diproses.

Varenberg pun meyakini penemuan ini mampu mendorong industri ke sebuah paradigma baru dalam teknologi pelumas mesin. Ia dan timnya juga terus melakukan penelitian sehingga teknologi ini dapat lebih mudah diaplikasikan ke dunia industri.

Credit: Science Daily

Post Author: Onny

"Science is the highest Art in the universe."

2 thoughts on “Penemuan ini mungkin akan menggusur keberadaan zat aditif pada oli pelumas mesin!

  • Nicholaus

    (October 11, 2017 - 11:16 am)

    boleh minta sumber nya dari mana?

Leave a Reply