Penunjukan waktu dunia mengalami penyesuaian pada 31 Desember 2016 lalu!

Jika Anda terbiasa mengatur arloji Anda agar selalu memiliki penunjukan jam, menit, hingga detik yang sama dengan penunjukan waktu pada PC Anda yang terhubung dengan jaringan internet, maka saya yakin arloji Anda saat ini sedang menunjukkan waktu yang lebih cepat satu detik. Hal ini terjadi karena pada tanggal 31 Desember 2016 tepat pukul 23.59 waktu UTC (Coordinated Universal Time), terjadi pengaturan ulang waktu dunia dengan menambahkan satu detik waktu. Hal ini dilakukan untuk mengurangi selisih standard waktu dunia UTC dengan standard waktu atomic dunia TAI (International Atomic Time).

Berdasarkan sejarah, waktu yang kita kenal saat ini dibuat berdasarkan waktu rotasi Bumi terhadap porosnya. Berdasarkan rotasi planet Bumi waktu dalam satu hari dibagi menjadi 24 jam, satu jam tersusun atas 60 menit, dan satu menit terbagi menjadi 60 detik. Namun setelah ditemukannya waktu standard atomik yang lebih presisi dan stabil tidak dipengaruhi oleh kecepatan putaran Bumi, maka standard waktu pun mengalami penyesuaian. Satu hal yang patut diperhatikan adalah bahwa sejak digunakannya standard waktu atomik tersebut, kecepatan rotasi Bumi menjadi nampak bervariasi dan cenderung lebih lambat. Bervariasinya kecepatan rotasi Bumi tersebut diketahui sebagai dampat adanya perubahan iklim serta berbagai fenomena geologi alami. Tercatat kecepatan rotasi Bumi relatif lebih lambat 1,5 hingga 2 milisekon setiap harinya dibandingkan dengan standard waktu atomik dunia.

Adalah International Earth Rotation and Reference Systems Service (IERS), sebuah badan dunia yang mengawasi perbedaan selisih waktu antara skala waktu tersebut. Mereka menjaga agar selisih waktu tidak lebih dari 0,9 detik. Di tahun 1972 pada saat standard waktu atomik mulai digunakan, terdapat selisih waktu 10 detik. Sejak saat itu berbagai manuver penambahan detik untuk mengurangi defiasi waktu tersebut terus dilakukan. Tercatat sudah 26 kali pengaturan detik dilakukan sejak tahun 1972 hingga 2015. Dan yang paling baru adalah ditambahkannya satu detik lagi tepat pada menit terakhir tahun 2016 lalu sehingga total sudah 27 kali terjadi penyesuaian waktu dunia.

 photo 792A3B60-EBEF-4EDB-AA37-313B92DC7CAC.png
Menit terakhir tahun 2016 nampak hingga angka 60, bukan 59 seperti biasanya

Teknologi navigasi dan telekomunikasi elektronik modern sangat tergantung dengan waktu dunia secara presisi. Jika sedikit saja terdapat selisih antara waktu standard atomik dengan waktu dunia, dapat dipastikan sistem navigasi tidak akan dapat menunjukkan lokasi yang tepat. Diketahui satu detik setara dengan sekitar 31 meter jarak di permukaan Bumi. Tentu saja jarak tersebut tidak dapat diremehkan oleh alat-alat navigasi pesawat terbang maupun kapal-kapal pesiar. Untuk itulah standard penyebaran waktu dunia dilakukan via jaringan internet yang kita kenal sebagai Network Time Protocol (NTP).

Lalu apakah di detik-detik pergantian tahun beberapa waktu yang lalu Anda menghitung dimulai dengan angka sepuluh? Bisa jadi Anda terlalu cepat merayakan pergantian tahun karena seharusnya Anda mulai menghitung mundur dengan angka sebelas.

Credit: Science Daily

Post Author: Onny

"Science is the highest Art in the universe."

Leave a Reply