Perkenalkan SpaceX Red Dragon: Cikal Bakal Tempat Tinggal Manusia di Mars!

SpaceX, perusahaan swasta asal California yang bergerak di bidang perakitan pesawat ruang angkasa ini berencana untuk mengirim pesawat ruang angkasa yang diberi nama Red Dragon ke Mars pada awal 2018. Perusahaan milik Elon Musk ini telah mengatakan secara terang-terangan akan melakukan eksplorasi Mars lebih lanjut yang melibatkan manusia dan bukan lagi menggunakan robot suatu saat nanti. Walaupun telah menyatakan hal tersebut, perusahaan itu tidak menyebutkan berapa banyak pesawat ruang angkasa yang akan dikirim ke Mars terkait dengan misi ini.


Pesawat ruang angkasa yang akan diterbangkan dari SpaceX menuju Mars, menggunakan roket pendorong Falcon Heavy. Roket Falcon Heavy adalah versi yang lebih baru dibandingkan dengan versi sebelumnya yakni Falcon 9. Roket itu pertama kali akan dites untuk meluncurkan kapsul menuju ke planet Mars tanpa ada manusia yang terlibat di dalamnya. Jika peluncuran kapsul dengan muatan berat tersebut berhasil mendarat dengan baik di Mars, barulah SpaceX akan melakukan peluncuran yang melibatkan manusia di dalamnya. Selain itu, jika SpaceX mampu melakukan hal itu, maka SpaceX adalah penerbangan swasta pertama yang mampu mendaratkan pesawat ruang angkasa di planet lain. Pesawat ini juga nantinya akan digunakan sebagai tempat tinggal oleh para astronot yang pergi ke Mars. Perusahaan SpaceX juga mengatakan bahwa Red Dragon adalah pesawat ruang angkasa seberat 6.000 kg sebelum meluncur keluar bumi. Kemudian saat sudah berada di luar atmosfer bumi, beberapa bagian seperti roket pendorong akan dilepaskan dari bagian pesawat ruang angkasa utama. Kemudian satu-persatu bagian lain yang sudah tidak diperlukan akan dilepaskan sampai akhirnya pendaratan di Mars berhasil dilakukan sehingga hanya dalam bentuk kapsul. Pada saat pendaratan berhasil dilakukan, kapsul tersebut memiliki berat 3000 kg.

 photo C00A3C41-F978-4564-842F-019256128973.jpg

SpaceX mendesain Red Dragon sebagai versi modifikasi dari pesawat ruang angkasa yang digunakan perusahaan ini untuk mengangkut kargo dari dan menuju ke Stasiun Luar Angkasa Internasional. Red Dragon dilengkapi dengan delapan mesin SuperDraco yang memungkinkan kapsul mendarat di tanah yang kokoh, teknik yang dikenal sebagai pendorong pendaratan. Mesin pendorong untuk melakukan pendaratan tersebut akan terus dinyalakan selama Red Dragon melakukan pendaratan ke permukaan Mars. Cara kerja dari mesin pendorong tersebut adalah memperlambat jatuhnya kapsul dan memungkinkan untuk melakukan pendaratan di tanah dengan lebih terkontrol.

Mesin pendorong pendaratan tersebut adalah mesin yang memungkinkan pendaratan secara efisien untuk mengantarkan muatan dalam jumlah besar ke permukaan Mars. Hal tersebut adalah salah satu cara yang NASA masih belum tahu bagaimana untuk melakukannya. Jika tidak menggunakan mesin pendorong pendaratan tersebut sudah pasti kapsul berpotensi mengalami kerusakan yang parah. Hal itu disebabkan oleh atmosfer yang sangat berbeda antara yang dimiliki Bumi dengan Mars. Atmosfer di Bumi lebih tebal, sehingga memungkinkan kapsul untuk dapat jatuh mendarat dengan lebih perlahan. Sedangkan Mars hanya memiliki atmosfer yang jauh lebih tipis daripada Bumi, sehingga kapsul akan berpotensi untuk mengalami benturan keras dengan permukaan Mars. Untuk mencegah terjadinya benturan, mesin pendorong pendaratan yang dapat dikontrol sangat diperlukan.

Sejauh ini, NASA hanya mengetahui bagaimana cara mendaratkan secara lembut perangkat hardware (seperti robot) dengan berat 1 ton yang bervolume 1 m3. NASA kini sedang bekerja pada sebuah proyek pendaratan untuk tanah datar yang berpotensi dapat mendaratkan lebih banyak muatan, namun pengujian kendaraan mengalami beberapa hambatan. Pada tahun 2014, NASA menjelajahi wilayah yang layak untuk menggunakan konsep Red Dragon SpaceX saat melakukan pendaratan peralatan di Mars dan menyatakan bahwa teknik pendaratan kapsul akan dapat bekerja dengan baik menggunakan informasi yang mereka miliki. NASA juga mengusulkan agar menggunakan Red Dragon untuk membawa sampel dari Mars ke Bumi. Namun SpaceX belum menyetujui penggabungan ide tersebut pada misi 2018.

Misi Red Dragon ini akan menjadi hal yang sangat penting dengan tujuan jangka panjang dari SpaceX untuk mendirikan koloni di Mars. Misi pengiriman manusia ke Mars akan membutuhkan pengiriman peralatan berton-ton lebih dahulu sebelum manusia sampai di sana, sehingga penjelajah memiliki semua perlengkapan yang mereka butuhkan untuk kelangsungan hidup mereka. Red Dragon bisa menjadi sarana yang sangat penting untuk mengangkut pasokan menuju dan dari planet ini. SpaceX mengatakan bahwa ia akan mengungkapkan sepenuhnya rencana kolonisasi Mars pada bulan September ini di Aeronautical Kongres Internasional di Guadalajara, Meksiko.

Credit: The Verge

Post Author: Novia Fitriana

Science is my passion...

Leave a Reply