Sangat aneh: bintang ini menunda kematian dengan melakukan Supernova berkali-kali!

Supernova. Fenomena ledakan bintang yang menandai kematian bintang tersebut. Lazimnya sebuah supernova terjadi hanya satu kali untuk satu kematian bintang. Namun lain cerita dengan satu bintang ini. Ia seakan-akan menipu kematiannya sendiri dengan melakukan supernova berkali-kali sejak tiga tahun yang lalu.

Bintang yang meledak ini, bernama iPTF14hls, telah meledak terus-menerus selama tiga tahun terakhir, dan mungkin telah mengalami dua ledakan lain di masa lalu. Setidaknya begitulah yang dilaporkan oleh para astronom melalui laman Nature tanggal 9 November lalu seperti yang kami lansir dari Science News. Supernova semacam itu bisa menjadi contoh pertama dari sebuah ledakan yang mungkin melibatkan pembakaran antimateri inti bintang, atau bisa juga sesuatu yang baru sama sekali.

“Supernova seharusnya terjadi satu kali, bintang itu meledak, lalu sudah mati, sudah selesai, tidak bisa meledak lagi,” kata astrofisikawan Iair Arcavi dari University of California, Santa Barbara, Amerika Serikat. “Ini adalah supernova paling aneh yang pernah kita lihat… Ini seperti bintang yang terus-menerus mati.”

Ketika iPTF14hls ditemukan pada bulan September 2014 oleh Intermediate Palomar Transient Factory, yang memindai langit secara teratur dengan teleskop di Observatorium Palomar di dekat San Diego, Amerika Serikat, bintang tersebut tampak seperti supernova tipe 2 biasa di galaksi yang berjarak sekitar 500 juta tahun cahaya jauhnya. Ledakan ini menandai kematian dari sebuah bintang yang berukuran antara delapan hingga 50 kali massa matahari, dan biasanya bersinar selama sekitar 100 hari sebelum akhirnya mulai redup.

Namun tanda pertama bahwa iPTF14hls melakukan sesuatu yang tidak biasa muncul beberapa minggu setelah penemuannya, saat bintang tersebut justru bersinar semakin cerah. Ternyata hal tersebut menjadi salah satu dari lima siklus tidak beraturan antara mencerah dan meredup. Lalu bintang iPTF14hls melanjutkan letusannya selama lebih dari 600 hari, dan kecerahannya berfluktuasi setidaknya lima kali (warna kuning pada diagram di atas). Supernova normal (biru) lazimnya memudar setelah sekitar 100 hari.

“Hal seperti ini belum pernah terdengar,” kata fisikawan teoritis Stanford Woosley dari University of California, Santa Cruz, yang tidak terlibat dalam penemuan tersebut seperti yang kami lansir dari laman Science News. “Supernova biasa tidak melakukan itu.”

Biasanya, lapisan gas yang terdorong keluar dari bintang yang meledak, perlahan akan dingin saat melebar. Tapi iPTF14hls mempertahankan suhu bakar – sekitar 5.700° Celsius – selama sepanjang waktu pengamatan, dan lapisan gas luarnya tidak melambat sebagaimana mestinya. Itu berarti bahwa gas ini mungkin pernah mendingin dan melambat, yang menunjukkan bahwa bintang ini sudah pernah melakukan letusan dahsyat sebelumnya yang terjadi antara tahun 2010 dan 2014.

Namun kini pertunjukan mungkin akan berakhir. Arcavi mengatakan bahwa data terakhir menunjukkan bahwa iPTF14hls akhirnya memudar. Lapisan luar gas semakin dingin dan menjadi transparan, mereka kini bisa mengungkapkan apa saja yang ada di inti ledakan bintang tersebut. Tim berencana untuk terus menontonnya.

“Saya tidak akan membuat prediksi lagi tentang hal ini,” kata Arcavi. “Ini terus mengejutkan kita setiap saat.”

Credit: Science News

Post Author: Onny Apriyahanda

"Science is the highest Art in the universe."

Leave a Reply