Sebuah Studi Membuktikan: Memakai Alat-alat Bengkel Bisa Meningkatkan Kecerdasan Bahasa

Ingin lebih lancar belajar berbagai bahasa seperti Fiki Naki? Mungkin satu tips ini berguna untuk Anda: jangan ke bengkel dan ganti oli motor Anda sendiri.

Mungkin tips tersebut terdengar aneh. Namun satu penelitian berhasil membuktikan keterkaitan antara memakai alat-alat mekanik dengan kemampuan sintaksis bahasa seseorang. Penelitian yang dilakukan oleh Inserm, CNRS, Université Claude Bernard Lyon 1 dan Université Lumière Lyon 2 serta berkolaborasi dengan Karolinska Institutet dari Swedia berhasil membuktikan bahwa menggunakan alat-alat mekanik dapat meningkatkan kemampuan sintaksis bahasa seseorang, dan demikian pula sebaliknya. Mereka berhasil membuktikan bahwa ternyata kedua kemampuan tersebut menggunakan simpul saraf yang sama. Bahkan pelatihan motorik sederhana menggunakan peralatan bengkel dapat meningkatkan kemampuan seseorang untuk memahami sintaksis kalimat kompleks.

science.abe0874-fa

Para peneliti menggunakan serangkaian teknik pemindaian otak fMRI (Functional Magnetic Resonance Imaging) dan analisa perilaku. Para partisipan diminta untuk melakukan beberapa tes yang berisi pelatihan motorik menggunakan tang 30 cm dan latihan kalimat sintaksis Bahasa Perancis. Dengan metode ini, peneliti tidak hanya dapat mengetahui bagian otak mana yang aktif, namun juga hubungan antara keduanya.

Melalui metode ini, untuk pertama kalinya mereka berhasil memastikan bahwa menggunakan alat mekanik dan aktifitas sintaksis bahasa mengaktifkan bagian otak manusia yang sama, yakni bernama “basal ganglia.”

Jika kedua aktifitas tersebut ternyata mengaktifkan bagian otak yang sama, lalu apakah kedua aktifitas tersebut saling mempengaruhi. Ternyata pada bagian kedua dari penelitian ini juga memastikan bahwa aktifitas latihan motorik menggunakan alat mekanik dapat meningkatkan kemampuan sintaksis bahasa, dan begitu pula sebaliknya, latihan memahami kerumitan sebuah kalimat dapat meningkatkan sesorang dalam menguasai alat mekanik.

Pada penelitian bagian kedua ini para partisipan diminta untuk menyelesaikan sebuah tugas kalimat sintaksis sebelum dan sesudah melakukan 30 menit pelatihan motorik menggunakan tang mekanik. Dengan cara ini, peneliti berhasil membuktikan bahwa pelatihan motorik dapat meningkatkan kemampuan sintaksis seseorang dan demikian pula sebaliknya.

Untuk selanjutnya, para peneliti ingin mengembangkan penelitian lebih lanjut untuk kepentingan penyembuhan. “Saat ini kami sedang merancang protokol yang dapat diterapkan untuk mendukung rehabilitasi dan pemulihan keterampilan bahasa pasien dengan kemampuan motorik yang relatif terjaga, misalnya untuk pemuda dengan gangguan perkembangan bahasa. Di luar aplikasi inovatif ini, temuan ini juga memberi kita wawasan tentang bagaimana bahasa telah berevolusi sepanjang sejarah. Ketika nenek moyang kita mulai mengembangkan dan menggunakan alat, kemahiran ini sangat mengubah otak dan memaksakan tuntutan kognitif yang mungkin telah menyebabkan munculnya fungsi-fungsi tertentu seperti sintaksis,” demikian kesimpulan dari Claudio Brozzoli salah seorang ilmuwan yang terlibat.

(Credit: Science Daily)

Post Author: Onny Apriyahanda

"Science is the highest Art in the universe."

Leave a Reply