Sensor baru ini membuat pengendalian smartwatch menjadi semakin futuristik!

Smartwatch atau arloji pintar bisa dibilang menjadi salah satu gadget yang memiliki pengendalian sedikit merepotkan terutama bagi mereka yang memiliki jari-jari besar. Layar kecil, sedikit tombol, dan sebuah tombol navigasi putar seperti pada Apple Watch misalnya, tidak cukup ergonomis untuk mereka-mereka yang berjari besar. Namun kali ini para ilmuwan dari Georgia Institute of Technology memperkenalkan beberapa teknik pengendalian baru terhadap gadget arloji ini. Dengan memodifikasi arloji pintar keluaran LG dan Sony, mereka mampu mengendalikan beberapa hal melalui cara-cara baru berikut ini:

  • Menggeser tampilan aplikasi yang sedang berjalan melalui gelang arloji.
  • Meluncurkan delapan aplikasi berbeda dengan jalan menyentuh delapan titik berbeda di pinggiran (bezel) arloji.
  • Menolak panggilan telepon masuk dengan cara meniup layar arloji atau dengan menyentuh pinggiran arloji.
  • Mengubah diktasi penulisan teks pesan dengan bernapas di depan layar arloji.
  • Mengirim informasi yang ada di layar arloji ke ponsel dengan hanya meniup layar arloji.
  • Memilih angka dengan menekan punggung tangan.

Cheng Zhang, salah satu anggota tim peneliti sekaligus sebagai mahasiswa Ph.D. Georgia Institute of Technology, memperkenalkan metode-metode unik yang diberi nama WatchOut ini sebagai sebuah inovasi yang tidak memerlukan banyak modifikasi gadget. Kesemuanya justru bisa dilakukan karena adanya sensor gyroscope serta accelerometer yang tersemat di dalam smartwatch. “Teknik lain yang meningkatkan cara kontrol smartwatch sudah menggunakan sensor gerakan 3D di atas permukaan layar, menggunakan layar yang lebih besar, atau menambah gelang ekstra. Kami ingin menunjukkan bahwa semua itu bisa dilakukan dengan menggunakan teknologi yang sudah ada saat ini,” demikian pungkas Zhang.

Pada sebuah demo ditunjukkan bahwa untuk menavigasi sebuah aplikasi, pengguna hanya perlu menyentuh bagian gelang arloji. Inovasi ini tentu sangat membantu jika Anda sedang membuka aplikasi GPS misalnya. Dengan adanya cara ini Anda tidak akan terganggu dengan keberadaan jari Anda yang sedang menyentuh layar arloji karena ingin menggeser-geser peta yang ada di layar arloji. Tentu saja cara ini akan meningkatkan efisiensi pengguna dalam melihat peta karena tidak lagi harus menyingkirkan jari ketika ingin melihat tampilan peta di layar.

Selain itu, pada aplikasi lain yang dibuat oleh para peneliti ditunjukkan bahwa pengendalian smartwatch juga dapat dilakukan dari sisi bezel arloji. Bahkan Anda dapat memilih delapan aplikasi berbeda dari delapan titik berbeda di bezel arloji. “Smartwatch tidak cukup nyaman pada saat Anda sedang membawa sesuatu. Oleh karena itulah kami membuat sebuah teknik sehingga pengguna dapat menyentuh sisi arloji untuk menerima atau menolak panggilan telepon. Menyentuh sisi kanan Anda menerima telepon; sisi kiri Anda menolak telepon tersebut,” demikian Zhang menjelaskan fitur sentuhan ke bagian bezel arloji tersebut.

 photo 0144AFC2-7BA5-4D6E-BA11-2F78E56F1415.jpg

Pengendalian smartwatch tanpa menggunakan tangan sama sekali juga diperkenalkan oleh tim lain dari universitas yang sama pimpinan Gabriel Reyes yang sama-sama merupakan mahasiswa Ph.D. Ia memperkenalkan teknik bernama ‘Whoosh’, yakni sebuah teknik pengendalikan arloji pintar melalui tiupan, buangan napas, hirupan, engahan, atau bahkan sebuah reaksi ‘sssstt’ dari pengguna ke sebuah smartwatch. Teknik ini menggunakan mikrofon arloji serta perangkat lunak yang mampu mengidentifikasi perbedaan pola hembusan udara dari pengguna arloji. Sebagai contoh, pemilik arloji pintar hanya perlu meng-‘ssstt’-kan arloji untuk menolak adanya panggilan telepon masuk. Atau bisa juga untuk mengunci maupun membuka kunci layar arloji hanya dibutuhkan kombinasi hembusan napas khusus. Fitur terakhir yakni berkaitan dengan konektifitas smartwatch dengan ponsel pintar, dimana untuk mentransfer sebuah informasi dari layar arloji Anda hanya perlu meniup layar arloji dan mengarahan tiupannya ke layar ponsel.

Tidak berhenti di situ saja, proyek penelitian berlanjut dengan fitur lain bernama TapSkin. Dengan fitur ini kita hanya perlu menyentuh punggung tangan kita untuk memasukkan kombinasi angka ke smartwatch. Teknik ini hanya perlu menggunakan mikrofon serta sensor inersia arloji untuk mendeteksi 11 titik sentuh yang berbeda dari punggung tangan kita.

Credit: Science Daily

Post Author: Onny

"Science is the highest Art in the universe."

Leave a Reply