Seseorang berhasil meretas pembangkit listrik di Amerika Serikat!

Sebuah laporan baru dari Symantec, merinci adanya kampanye berkelanjutan dan canggih untuk meretas ke lebih dari 20 pembangkit listrik di Amerika Serikat dan tempat lain. Kampanye berjuluk “Dragonfly” ini telah aktif dalam beberapa bentuk sejak tahun 2011 lalu. Bahkan Symantec mengidentifikasi adanya lonjakan aktivitas yang dimulai pada akhir tahun 2015 dan berlanjut sampai sekarang. Puluhan pembangkit listrik menjadi target pada musim semi dan musim panas tahun ini, termasuk di Amerika Serikat.

Pertama kali dilaporkan oleh situs Wired, putaran terakhir serangan peretasan terjadi dengan lebih invasif hingga mampu mengendalikan banyak sistem pembangkit, daripada sekadar menjajaki mereka. “Kelompok ini sekarang berpotensi memiliki kemampuan untuk menyabotase atau mengendalikan sistem ini jika memutuskan untuk melakukannya,” tulis para peneliti Symantec dalam laporan tersebut.

Tujuan akhir kelompok ini masih belum jelas, namun ada dugaan bahwa mereka memiliki akses yang luas ke organisasi yang ditargetkan. Symantec menemukan tangkapan layar dari komputer yang ditargetkan serta dikatalogkan menurut nama organisasi dan perangkat. Peretas sering menyertakan frasa “cntrl”, yang mungkin menunjukkan bahwa grup tersebut telah berhasil mengendalikan perangkat tersebut.

Symantec berhasil menghentikan serangan tersebut dengan cepat, namun intensitas tinggi dalam kampanye sepanjang tahun ini menunjukkan adanya motif politik. Ada kemiripan yang signifikan dengan kampanye yang terkait dengan Rusia sebelumnya terhadap pembangkit listrik di Ukraina, walaupun tidak ada hubungan pasti antara dua kampanye tersebut.

Terlepas dari kecanggihan kelompok tersebut, serangan mereka tidak memanfaatkan lubang kerentanan yang tersembunyi. Sebaliknya, serangan tersebut mengandalkan kerentanan yang diketahui dan teknik phishing email yang terbukti efektif, termasuk undangan berbahaya bermodus pesta Malam Tahun Baru.

“Ini bisa jadi upaya secara sengaja untuk menggagalkan atribusi listrik, atau bisa mengindikasikan kekurangan sumber daya,” tulis periset Symantec dalam sebuah artikel.

Credit: Symantec, Verge, Wired

Post Author: Onny

"Science is the highest Art in the universe."

Leave a Reply