Wow! Misteri di dalam Piramida Agung Giza terungkap gara-gara teknologi modern ini!

Teknologi pemindai partikel subatomik telah berhasil mengungkapkan adanya sebuah ruang kosong besar di dalam Piramid Besar Giza di Mesir. Ini menjadi penemuan pertama adanya struktur internal baru di dalam piramida tersebut setelah hampir dua abad lamanya. Sejauh ini para ilmuwan belum tahu persis apa ruangan kosong tersebut, atau mengapa ruang itu ada di sana. Tapi temuan itu bisa membantu memecahkan misteri bagaimana sebuah peradaban kuno membangun monumen yang mengesankan ini 4.500 tahun yang lalu.

Piramida Giza Mesir adalah landmark indah yang bahkan setelah ribuan tahun, interior gelap mereka tetap misterius. Sekarang, dengan menggunakan teknik yang mirip dengan sinar-X, para periset telah menemukan rongga kosong di dalam piramida ini. Piramida Agung Giza dibangun untuk Firaun Khufu, yang juga dikenal dengan Cheops, antara tahun 2509 dan 2483 SM. Dilansir dari laman The Verge, temuan ini merupakan temuan terbaru dari misi ScanPyramids, upaya internasional untuk meneliti struktur batu kuno ini tanpa mengebor semua lubang.

05E34994-E6D1-4184-8FF2-F2785C85C1CB

Diberi nama “Big Void,” ruang yang baru ditemukan di dekat pusat piramida ini membentang hampir 30 meter panjangnya. Letaknya tepat di atas koridor internal besar yang disebut Galeri Agung, salah satu dari banyak lorong yang menghubungkan dua ruangan besar di dalam piramida, yang disebut kamar Ratu dan kamar Raja.

Tim peneliti menemukan ruangan ini dengan melacak partikel yang disebut muon. Muon diproduksi saat sinar kosmik menembus alam semesta kita dan memecah atmosfer kita – menciptakan semacam konfeti sub-atom yang turun ke Bumi pada hampir kecepatan cahaya. Partikel ini lebih mudah melayang di udara daripada melewati benda padat seperti batu. Jadi dengan menganalisis berapa banyak muon yang melakukan perjalanan melalui benda besar seperti piramida, para ilmuwan dapat mendeteksi celah dan ruang internal. Ini mirip dengan bagaimana sinar-X bekerja, yang digunakan untuk menggambarkan bagian dalam tubuh kita saat Anda patah tulang misalnya. Penggunaan metode muon ini sebelumnya telah digunakan untuk melihat ke dalam gunung berapi, reaktor nuklir di Fukushima, dan akhirnya sekarang, Piramida Agung Giza.

Namun demikian teknik ini memiliki ketelitian rendah, begitu banyak pertanyaan masih muncul: para periset tidak tahu apakah Big Void itu benar-benar horisontal, atau miring, apakah itu satu ruang kosong besar atau beberapa ruangan yang lebih kecil dan berdekatan, dan mengapa berada di dalam piramida.

“Apa yang kita yakin adalah bahwa ruang kosong besar ini ada di sana, itu sangat mengesankan, dan itu tidak diharapkan oleh teori apapun,” kata rekan penulis studi Mehdi Tayoubi dari Heritage, Innovation, and Preservation Institute. Di sebuah konferensi pers Tayoubi menduga bahwa kehadiran Big Void bukanlah kecelakaan konstruksi atau pembusukan, melainkan dibangun dengan sengaja, bukan pula oleh makhluk asing, kata Tayoubi. “Piramida ini sempurna,” katanya. “Mungkin karena itulah orang masih bermimpi tentang piramida ini. ”

Selanjutnya, para periset berencana merancang sebuah robot yang entah bagaimana caranya bisa masuk ke piramida tersebut untuk mengeksplorasi ruang baru ini. Mereka berharap ini akan mendorong adanya inovasi baru untuk membuat robot yang bisa memecahkan misteri ruang kosong piramida ini.

Credit: The Verge

Post Author: Onny

"Science is the highest Art in the universe."

Leave a Reply